/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 14:43 WIB
Potret lokasi Kolong fly over ARH Depok yang dikeluhkan warga lantaran sering dijadikan tempat mabuk-mabukan (Depok/ah)

Depok.suara.com, Warga Depok mengeluhkan adanya sekelompok orang yang mabuk-mabukan di kolong fly over Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Karena biasanya mereka berkumpul malam hari dan mengonsumsi minuman keras. Warga hendak menegur namun kuatir terjadi kesalahpahaman.

Hal tersebut dikemukakan warga saat acara Jumat Curhat dengan Kapolres Metro Depok Kombes Pol Ahmad Fuady tadi pagi, Jumat (20/1/2023).

Mendengar adanya keluhan tersebut, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Ahmad Fuady menyampaikan bahwa pihaknya bakal langsung menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Saran saya tadi kepada kepala lingkungan baik RT, RW sebaiknya dibuat pos bersama. Nanti dibawah binaan Babinsa dan Babhinkantibmas kalau itu sudah tungguin dibikin pos atau bikin gardu tempat pos kamling saya yakin tidak lagi saya yakin itu,” kata Kapolres saat agenda Jumat Curhat, Jumat (20/1).

Lebih lanjut Kapolres juga mengatakan, pihaknya juga  mempersilahkan warga untuk memberikan laporan langsung kepadanya melalui ponselnya di nomor 087771231998.

Dia juga berjanji akan langsung merespon segala permasalahan yang dilaporkan padanya.

“Selama saya menjabat (Kapolres Depok) saya sudah menerima beberapa pesan," katanya.

"Sehari itu ada sekitar 50 aduan. Banyak informasi yang diberikan, bahkan kemarin informasi yang sangat bagus soal adanya anak muda yang nongkrong di depan RS Bhakti Yudha," sambungnya.

Baca Juga: Indonesia Terima Turis China Saat Negara Lain Menolak, Begini Kata Jokowi

Aduan dari masyarakat tersebut, kata Kapolres, segera diteruskan pada jajaran terkait. Dia minta agar jajaran terkait merespon dan memberikan laporan padanya.

“Saya lempar (laporan warga) di grup, saya langsung whatsapp japri para kasat langsung segera. Kasat sabhara bergerak, kapolsek bergerak Alhamdulillah bisa dicegah. Begitu ya sampai kita disana sudah tidak ada, langsung segera kita tangani,” pungkasnya.

Load More