- Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Jayawijaya pada hari Minggu lalu.
- Laporan diajukan karena beredarnya pesan suara di media sosial yang menuduh Gubernur memprovokasi konflik antarsuku di Wamena.
- Polres Jayawijaya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa pelapor serta memburu pelaku penyebar pesan suara itu.
Suara.com - Gubernur Papua Pegunungan John Tabo melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Jayawijaya setelah beredarnya pesan suara di media sosial yang menuding dirinya memprovokasi konflik antarsuku di Wamena.
Laporan tersebut dibuat langsung oleh John Tabo di Mapolres Jayawijaya pada Minggu. Ia menilai tuduhan yang beredar melalui voice note di media sosial dan grup WhatsApp telah mencemarkan nama baiknya sebagai kepala daerah.
“Saya datang ini untuk melaporkan voice atau suara yang beredar di medsos maupun grup-grup WhatsApp kemarin sore hingga pagi ini, di mana ada seorang aktor yang menuduh saya memperkeruh suasana dan terjadinya konflik perang antarsuku di Wamena,” katanya di Wamena, Minggu.
Menurut John Tabo, laporan polisi itu dibuat agar pihak yang menyebarkan tuduhan dapat mempertanggungjawabkan pernyataannya secara hukum.
“Karena menyampaikan segala sesuatu di medsos itu ada aturannya dan hukumnya. Maka sebagai warga negara yang baik maka saya menempuh jalur hukum supaya adanya asas keadilan hukum setiap warga negara Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan kasus tersebut juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarangan menyampaikan tuduhan melalui media sosial tanpa dasar yang jelas.
“Saya ingin kasih pelajaran hukum, supaya semua orang tidak bicara menuduh orang sembarangan di medsos, apalagi saya ini gubernur. Bilang saya memprovokasi, masalah pembangunan dan perang, apa hubungannya, karena masalah perang ini telah berlangsung sejak tahun 2024 di mana persoalan perang ini bermula dari senggol tabrak mobil orang Kurima dan sopirnya orang Lanny Jaya,” katanya.
John Tabo juga meminta polisi segera mengusut penyebar pesan suara tersebut dan mengungkap pelakunya dalam waktu sepekan.
Sementara itu, Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan, Kombes Pol Andi Y Enoch, memastikan laporan tersebut akan segera diproses.
Baca Juga: Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
“Kami sangat menghargai pak gubenrur, seorang pejabat negara tetapi juga warga negara yang taat hukum. Beliau datang dan melapor sendiri di SPKT Polres Jayawijaya, ini merupakan satu upaya hukum yang cukup baik dan sekaligus memberikan edukasi hukum kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan pihak kepolisian telah menginstruksikan jajaran Reserse Kriminal Polres Jayawijaya untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa pelapor dan memburu pihak yang menyebarkan voice note itu.
“Kami sudah mengarahkan ke Kasatreskrim, setelah laporan selesai maka langkah awal adalah memintai keterangan dari bapak gubernur dan langsung mencari pelakunya,” katanya.
Berita Terkait
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat