Depok.suara.com -bSealand merupakan dengara kecil yang terletak di Laut Utara (North Sea), tepatnya sekitar 19 kilometer dari lepas pantai inggris. Diketahui, Sealand ditetapkan sebagai negata paling kecil di dunia, dengan populasi hanya 50 orang.
Dikutip dari laman History Defined, Jum'at (27/1/2022), negara ini didirikan Paddy Roy Bates pada 1967. Bates lantas mengumumkan Sealand sebagai negara merdeka setelah dia dan keluarganya menduduki pelabuhan Angkatan Laut dekat HM Fort Roughs.
Bates merupakan pensiunan mayor angkatan darat Inggris. Pada 1967, dia mengumumkan dirinya sebagai penguasa Sealand. Sejak saat itu, Sealand dikelola dia dan keluarganya.
Ide menjadikan Sealand sebagai negara ini dimulai ketika dia ingin memberikan hadiah ulang tahun kepada istrinya, Joan. Pada malam Natal 1966, Bates naik kapal dan menuju Sealand. Lalu, menggunakan kait dan tali, dia memanjat ke atas platform atau pangkalan tersebut dan menyatakan telah menaklukkan tempat tersebut untuk istrinya sebagai hadiah.
Tempat tersebut pada awal 1940-an atau saat Perang Dunia III merupakan pos terluat dan satu dari lima pos untuk menjaga Thames. Luasnya hanya sekitar dua lapangan tenis, dibangun di atas dua menara beton berongga kira-kira 18,2 meter di atas laut.
Tempat tersebut ditinggalkan pada akhir 1950-an, setelah kekalahan Jerman. Inggris juga telah melupakan tempat tersebut. Otoritas Inggris pernah memperingatkan Bates agar menjauhi tempat itu, namun Bates yang bertugas di militer sejak berusia 15 tahun mengabaikan peringatan tersebut.
Pada 2 September 1967 bertepatan dengan ulang tahun istrinya, Bates menamakan pangkalan itu sebagai "Principality of Sealand". Tidak lama steelah itu, keluarganya pindah ke negara tersebut.
Saat itu pemerintah Inggris menyebut Bates melakukan "pendudukan ilegal atas bangunan yang tidak diakui sebagai sebuah pulau oleh hukum internasional". Di satu sisi, Bates bersikeras Sealand adalah negaranya dan dia pemimpin yang sah.
Pada 1968, militer mengerahkan helikopter untuk menghancurkan pos-pos militer. Bates melihat adanya ancaman untuk negara dan keluarganya. Lalu ketika pejabat Inggris mengerjakan sebuah proyek di dekat Sealand, Michael, putra Bates, menembakkan para pejabat tersebut.
Baca Juga: Nagita Slavina Bikin Aturan Makan ke Rafathar dan Rayyanza: Ada Jatahnya
Pemerintah Inggris mengajukan tuntutan terhadap Michael karena pemakaian dan kepemilikan ilegal, tetapi pengadilan tidak memutuskan seperti yang diharapkan. Karena tindakan tersebut terjadi di luar yurisdiksi Inggris, tindakan tersebut tidak dapat diproses hukum.
Sealand percaya ini sebagai pengakuan atas negara mereka, jadi mereka mendeklarasikan kemerdekaan. Bates juga menerbitkan mata uang, paspor, dan stempel untuk negaranya. Bahkan Sealand memiliki bendera dan slogan E Mare, Libertas yang berarti "Dari laut, kebebasan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement