/
Senin, 30 Januari 2023 | 14:16 WIB
Potret saat peristiwa aksi anarkis di depan kantor Arema FC (Instagram)

Depok.suara.com, Peristiwa pengrusakan kantor Arema FC Jalan Mayjend Pandjaitan no 42, Kota Malang pada Minggu siang (29/1/2022) sangat disesalkan oleh Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto. 

Pasalnya, menurut Tatang, situasi saat ini sedang baik baik saja, bahkan semuanya sedang berproses menjadi lebih baik. 

"Padahal pihak manajemen selalu terbuka untuk berdialog, Kantor selalu membuka diri, bahkan kami juga menerima keluh kesah Aremania," kata Tatang seperti dilansir dari laman resmi klub. 

Lebih lanjut Tatang mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut lantaran Kantor Arema FC selama ini tidak hanya sebagai tempat untuk menjalankan operasional, tetapi juga sebagai tempat untuk melakukan koordinasi dengan banyak pihak. 

"Bahkan beberapa waktu lalu Arema FC juga membuka Crisis Center, kami terbuka untuk berdialog. Bukan dengan cara perusakan rumah kami,”ungkapnya.

Bukan hanya itu, Arema FC, lanjut Tatang, juga terus berusaha untuk menahan diri dari provokasi yang dilakukan, seperti halnya saat bus Arema FC diserang oleh oknum usai melakoni pertandingan tandang melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya rombongan  bus juga diserang oleh oknum tertentu, kami berusaha untuk menahan diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya. 

Untuk itu, kata Tatang, pihaknya menyerahkan seluruhnya soal pengusutan kasus pengrusakan kantor tersebut kepada pihak kepolisian. 

“Semoga oknum pelaku yang melakukan pengrusakan dan anarkisme bisa diungkap agar tidak timbul fitnah karena Anarkisme dan pengrusakan bukan karakternya Arema,”tuturnya.

Baca Juga: Berulang Tahun Hari Ini, Choi Hyun Wook Ungkap Ingin Dapat Karakter Jahat

Selain itu, lanjut Tatang, untuk menyampaikan aspirasi harusnya bisa dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. 

"Mari kepada semua pihak, hal-hal terkait Arema kita tempuh bersama melalui jalur musyawarah, berdialog untuk mencapai mufakat,” tandasnya. 

Load More