Depok.suara.com - Pakar Hukum Jimin Ginting menyampaikan kekhawatiran mengenai keselamatan dari Bharada Richard Eliezer atau Bharada E pasca bebas. Hal ini karena peran Bharada E dalam membongkar kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Dimuat dari akun Instagram @Lambegosip, Jimin menjelaskan kemungkinan ancaman keselamatan terhadap Bharada E tersebut. Salah satunya adalah karena Bharada E tidak lagi dilindungi oleh LPSK.
"Saya khawatir dengan keselamatan Bharada E. Nanti dia kalau sudah diterima lagi oleh kepolisian, lepas lah pertanggungjawaban LPSK. Karena sudah dikembalikan," paparnya.
Dirinya mengungkapkan hal ini karena diduga masih ada anak buah Ferdy Sambo yang memiliki dendam. Apalagi tidak ada lagi yang menjamin keselamatan dari Bharada E.
"Jadi dengan lepasnya dia dari LPSK ini siapa yang akan menjadi keselamatan," paparnya.
Karena itulah dirinya berharap LPSK memberikan pekerjaan kepada Bharada E. Juga memberikan identitas pengganti bahkan menghilangkan keberadaan dari Bharada E.
"LPSK harus memberikan pekerjaan dan keamanan dan pengawasan. Seseorang yang disebut JC identitas dihilangkan dan digantikan," pungkasnya.
Warganet yang mendengar hal ini pun juga mengkhawatirkan kondisi Bharada E setelah bebas. Bahkan banyak yang meminta Bharada E agar tidak lagi masuk polisi.
"Setuju, jangan balik lah cari kerja lain aja," papar @nithxxx.
Baca Juga: 5 Potret Cantik Kiky Saputri saat Liburan di Eropa, Outfitnya Modis Abis!
"Udah kerja di LPSK aja," ucap @nikkxxx.
"Masukin TNI aja si Richard, jangan masuk ke polri lagi masih ada kaki tangan yang setia kalau di TNI bukan kuasanya FS Cs," papar @Renaxxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi