Depok.suara.com, Terkait soal sistem proposional terbuka dan tertutup dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif di tahun 2024 yang masih menjadi perdebatan hingga hal tersebut hingga kini masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Daddy Palgunadi mengatakan bahwa hal tersebut masih menjadi polemik dan belum dapat diperkirakan apa putusan dari MK nantinya.
Namun demikian, kata Dadi, sejak berlakunya sistem proposional terbuka di setiap Pemilu hingga saat ini yang terlihat hanya menciptakan sebuah rezim baru, yaitu Rezim Popularitas.
Menurut Dadi, dengan adanya sistem popularitas mau tidak mau partai mendorong kadernya untuk meraih popularitas dan untuk mencapai itu butuh cost sangat besar, jadi hanya kalangan mampu saja yang kemungkinan besar mungkin yang dapat masuk di panggung popularitas.
Sementara, Kader kader partai yang berjuang dari nol yang bermodalkan idealisme dan semangat makin kecil peluangnya untuk memenangkan kontestasi
"Jadi dengan kata lain hanya orang memiliki modal popularitas dan " Ongkos" yang mendapat peluang lebih besar dalam panggung tersebut," ujarnya kepada depok. suara.com.
"Dan rakyat makin sulit mendapatkan wakil wakil rakyat pro pada rakyat karena akhirnya partai lebih orientasi kepada calon calon yang bermodal dan juga populer bukan hasil gemblengan atau kaderisasi yang panjang di sebuah partai politik," sambungnya.
Selain itu, Rezim Popularitas ini juga Kata Dadi, saat ini menjadi tren dalam pemilihan kandidat Calon Presiden yang akhirnya menimbulkan high cost politic.
“Seharusnya berfokus pada gagasan yang ditawarkan oleh para kandidat Capres, ketimbang berpatokan pada tingkat popularitasnya saja," kata Dadi.
Tawaran gagasan ini, kaya Dadi, adalah ukuran dalam menilai seorang kandidat Capres apakah dia layak untuk dipilih dan dapat membawa kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Perawatan Kecantikan Kini Makin Terjangkau, Botox dan Suntik Filler Jadi Prosedur Paling Diminati?
"Disini kita memilih pemimpin berdasarkan kualitasnya, bukan hanya pada popularitasnya semata,” tuturnya.
Dalam sebuah kegiatan diskusi publik Menuju 25 Tahun Reformasi 1998 dengan tema “Bacapres Dalam Pusaran Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme (KKN)” yang digelar oleh Konsolidasi Demokrasi Aktivis ’98, pada Kamis (16/2/2023) di Sekretariat Jokowi Mania (Joman) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Daddy mengatakan bahwa akibat high cost politik inilah yang dapat mendorong perilaku koruptif. Bayangkan, untuk meningkatkan popularitas dibutuhkan biaya politik yang tidak sedikit.
"Orientasi pada peningkatan popularitas Capres akan memunculkan program-program yang masif dan berkesinambungan. Tentu ini fenomena yang wajar," katanya.
Namun, ketika kita berbicara soal sistem proposional tertutup juga tidak semua kalangan sependapat, pastinya ada plus minus dari kedua sistem tersebut.
Hanya saja, lanjut Dadi, jika sistem proposional tertutup yang akan diterapkan dalam Pemilu 2024 mendatang pastinya high cost politic karena semuanya akan kembali kepada mekanisme masing partai politik untuk menentukan calon dari mulai legislatif hingga calon presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui