/
Jum'at, 14 April 2023 | 13:45 WIB
Bima Yudo Saputro (Instagram)

Depok.suara.com - Bima Yudho Saputro menyatakan bahwa keluarganya mengalami ancaman dari pihak pemerintahan Lampung. Hal ini terkait kritikannya kepada pemerintah Lampung.

Dilihat dari akun Instagram pribadinya @Awbimax, dirinya menyebutkan ayahnya yang merupakan PNS sampai dipanggil oleh Bupati Lampung Timur. Disebut oleh Bima, pemanggilan itu untuk mencheck biaya sekolah Bima di Australia.

"Bokap gua PNS biasa golongan. 99 persen dari nyokap gua. Bokap gua gak pernah kirim gua duit. 1 dolar pun gak pernah. Gak bakal cukup juga PNS. dan hari ini bokap gua dipanggil lampung timur sama polisi," jelasnya.

Dirinya mengaku tidak habis pikir karena pihak pemerintah Lampung mencari data tentang dirinya. Bahkan sampai meminta alamatnya yang ada di Australia.

Bima mengaku kritikannya sudah menjadi berita nasional. Sehingga ayahnya memintanya untuk berhenti mengkritik.

"Gua disuruh berhenti mengkritik. Gua  (ayah gua) bentar lagi pensiun 3 bulan lagi. Lu tenangin dulu," paparnya.

Bahkan disebutkan oleh Bima, Bupati Lampung menyindir orang tuanya tidak bisa mendidik. Hal ini begitu menyakitkan Bima karena tidak ada kebebasan berekspresi di negaranya sendiri.

"Bener ini Indonesia ini Australia gua merasa aman bebas berekspresi. Gua merasa gak diapresiasi," ketusnya.

Bima lantas menangis ketika melihat kondisi orang tuanya yang diancam pemerintah Lampung. Baginya hal ini hanya sebuah kritik tapi dianggap berlebihan oleh negaranya sendiri.

Baca Juga: Tutorial Zakat Fitrah Lengkap Menurut Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

"Sebenarnya gua disini gpp. Tapi gua takut bokap gua. Pokoknya bokap gua nangis gitu. Bokap gua diancem. Nyokap gua tenang-tenang aja dia kan bakul jagung doang," jelasnya.

"Gua cuma mau kritik doang. Kalo gua gak ngomong dajjal gak bakal viral. Gak bakal ditonton belasan juta orang," pungkasnya.

Load More