Depok.suara.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku kaget dengan gaji Direktur Taman Satwa Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang lama. Pasalnya gaji Direktur TSTJ yang lama empat kali lebih besar dari gajinya sebagai Wali Kota Solo.
Dilihat dari kanal YouTube Berita Surakarta, Gibran tambah geram karena selama ini hanya sendiri bekerja. Sedangkan Direktur TSJT malah mendapatkan gaji yang lebih besar.
Diketahui gaji wali kota telah diatur dalam PP Nomor 59 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan Kepala Daerah. Gaji Kepala Daerah Kabupaten/Kota adalah sebesar Rp 3.780.000,00 (tiga juta tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah).
Karena itulah Gibran menyebut untuk gaji Direktur TSTJ yang baru jauh di bawah gaji direktur yang lama. Direktur TSTJ yang baru dilantik itu yakni Prihananto.
"Kemarin yang menarik gajinya dirut (direktur) yang baru tidak setinggi dirut yang lama. Direktur lama itu gajinya luar biasa sekali, sing kerjo aku tok (yang kerja hanya saya)," kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (9/5/2023).
Gibran kembali menegaskan bahwa selama ini gaji Direktur TSJT empat kali lipat lebih besar darinya. Hal ini belum termasuk tunjangan.
"Dua digit, mungkin. Empat kali lipat itu belum termasuk tunjangannya," ucapnya.
Namun untuk direktur baru ini, jelas Gibran, gajinya masih berada di bawah dirinya.
"Direktur yang sekarang kita perbaiki gajinya mendekati saya. (Tetap dua digit?) Enak wae sing kerjo aku, mending aku dadi Dirut TSTJ wae gajine gede, badalah (Enak saja yang kerja saya, mending saya yang jadi Dirut TSTJ saja, gajinya besar)," selorohnya.
Gibran mengakui menurunkan gaji Direktur TSTJ karena memang gaji sebelumnya dinilai terlalu tinggi. Gibran mengaku tidak ingin membebani operasional TSTJ.
"Gaji ya tak idukke (ya saya turunkan), yen ora operasionale (kalau nggak operasionalnya) tinggi dengan gaji segitu," bebernya.
Gibran mengatakan dari tiga kandidat direktur yang terseleksi, ia memilih yang sevisi dan semisi dengan dirinya.
"Fit and proper test kan ada tiga kandidat. Kita pilih yang visioner, sevisi-misi dengan saya, dengan TSTJ. TSTJ tidak boleh seperti dulu, harus profesional, menggandeng titik-titik wisata yang lain dan urusan fisik mencari dana wis tak rampungke kabeh ya (sudah saya selesaikan semuanya ya). Lama-lama dadi Direktur TSTJ yo ora popo (lama-lama jadi Direktur TSTJ ya tidak apa-apa)," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
Hengky Kurniawan Incar Jalur Haji Lewat Korea Selatan, Lebih Cepat dan Kuota Banyak
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia
-
Mengangkat Tema Penyebaran Virus, Ini Sinopsis Film Korea Baru 'Colony'
-
AC Mobil Kurang Dingin Saat Cuaca Panas Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah Kaki