Otomotif / Mobil
Selasa, 28 April 2026 | 17:10 WIB
Ilustrasi AC mobil (Pexels/Erik Mclean).
Baca 10 detik
  • BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal sehingga pemilik mobil harus mewaspadai kinerja sistem pendingin udara.
  • Pengecekan filter AC rutin setiap 5.000 hingga 10.000 km penting untuk menjaga kualitas udara dan performa pendinginan kendaraan.
  • Mengabaikan kebersihan filter AC dapat menyebabkan kerusakan komponen evaporator, kebocoran, serta peningkatan konsumsi bahan bakar kendaraan tersebut.

Suara.com - Memasuki musim kemarau 2026 yang diprediksi BMKG datang lebih awal, pemilik kendaraan di kota-kota besar Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan. Suhu udara yang meningkat drastis membuat kabin mobil lebih cepat panas sehingga sistem pendingin atau AC bekerja ekstra keras. Salah satu komponen yang sering dilupakan namun sangat krusial dalam kondisi ini adalah filter AC.

Pengecekan komponen ini menjadi sangat penting karena cuaca kering cenderung membawa lebih banyak debu ke dalam sistem sirkulasi udara kendaraan. Jika filter AC kotor, maka kenyamanan penumpang akan langsung terganggu.

“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC. Oleh karena itu, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang,” ujar Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Selasa (28/4/2026).

Filter AC bekerja sebagai saringan mekanis utama untuk menjaga kemurnian udara. Terdapat beberapa pilihan material seperti serat non-woven, karbon aktif untuk menyerap bau, hingga material elektrostatik untuk menangkap partikel halus. Gejala filter yang mulai jenuh biasanya ditandai dengan hembusan angin AC yang melemah meskipun posisi kipas sudah maksimal atau munculnya aroma debu saat AC pertama kali dinyalakan.

Mengabaikan kondisi filter yang kotor dapat memicu kerusakan yang lebih mahal. Debu yang lolos akan menempel pada evaporator dan berubah menjadi lumpur yang memicu korosi serta kebocoran. Selain itu, sirkulasi yang terhambat membuat kompresor bekerja tanpa henti sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Bagi pemilik mobil modern, pengecekan filter AC sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri di belakang laci penumpang depan. Namun perlu diingat bahwa filter berbahan kertas tidak boleh dicuci dengan air karena akan merusak struktur seratnya. Suzuki menyarankan pemeriksaan rutin setiap 5.000 hingga 10.000 km guna menjamin udara kabin tetap sehat dan segar.

“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul. Melalui penggantian filter AC secara tepat waktu, pelanggan dapat memastikan kenyamanan sirkulasi udara optimal sekaligus menghindari potensi perbaikan lebih besar di kemudian hari,” tutup Hariadi.

Load More