- BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal sehingga pemilik mobil harus mewaspadai kinerja sistem pendingin udara.
- Pengecekan filter AC rutin setiap 5.000 hingga 10.000 km penting untuk menjaga kualitas udara dan performa pendinginan kendaraan.
- Mengabaikan kebersihan filter AC dapat menyebabkan kerusakan komponen evaporator, kebocoran, serta peningkatan konsumsi bahan bakar kendaraan tersebut.
Suara.com - Memasuki musim kemarau 2026 yang diprediksi BMKG datang lebih awal, pemilik kendaraan di kota-kota besar Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan. Suhu udara yang meningkat drastis membuat kabin mobil lebih cepat panas sehingga sistem pendingin atau AC bekerja ekstra keras. Salah satu komponen yang sering dilupakan namun sangat krusial dalam kondisi ini adalah filter AC.
Pengecekan komponen ini menjadi sangat penting karena cuaca kering cenderung membawa lebih banyak debu ke dalam sistem sirkulasi udara kendaraan. Jika filter AC kotor, maka kenyamanan penumpang akan langsung terganggu.
“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC. Oleh karena itu, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang,” ujar Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Selasa (28/4/2026).
Filter AC bekerja sebagai saringan mekanis utama untuk menjaga kemurnian udara. Terdapat beberapa pilihan material seperti serat non-woven, karbon aktif untuk menyerap bau, hingga material elektrostatik untuk menangkap partikel halus. Gejala filter yang mulai jenuh biasanya ditandai dengan hembusan angin AC yang melemah meskipun posisi kipas sudah maksimal atau munculnya aroma debu saat AC pertama kali dinyalakan.
Mengabaikan kondisi filter yang kotor dapat memicu kerusakan yang lebih mahal. Debu yang lolos akan menempel pada evaporator dan berubah menjadi lumpur yang memicu korosi serta kebocoran. Selain itu, sirkulasi yang terhambat membuat kompresor bekerja tanpa henti sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Bagi pemilik mobil modern, pengecekan filter AC sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri di belakang laci penumpang depan. Namun perlu diingat bahwa filter berbahan kertas tidak boleh dicuci dengan air karena akan merusak struktur seratnya. Suzuki menyarankan pemeriksaan rutin setiap 5.000 hingga 10.000 km guna menjamin udara kabin tetap sehat dan segar.
“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul. Melalui penggantian filter AC secara tepat waktu, pelanggan dapat memastikan kenyamanan sirkulasi udara optimal sekaligus menghindari potensi perbaikan lebih besar di kemudian hari,” tutup Hariadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Daihatsu Hijet Versi Baru Hadir Mulai 128 Jutaan, Kini Ada Fitur 4WD
-
4 Pilihan Mobil 4x4 Bekas Buat Main Tanah, Harga Terjangkau Pas Buat Pehobi
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo
-
Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?
-
Terpopuler: 4 Mobil Seharga Aerox, Spesifikasi Motor Matic dan Mobil Kawasaki Harga Miliaran
-
Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius
-
Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid
-
Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC