/
Kamis, 28 September 2023 | 20:42 WIB
Ilustrasi aksi pelecehan seksual. (Pixabay/@cocoparisienne)

Depok.suara.com - Bocah berinisial MDF (12) ditemukan tewas di sebuah rumah di Kampung Sindangkarsa, RT 1 RW 8, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Rabu (27/9/2023) malam. Dia diduga menjadi korban kekerasan.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso, mengaku belum bisa memastikan penyebab kematian bocah. Polisi masih menunggu hasil autopsi.

"Memang yang bersangkutan ditemukan sudah meninggal dunia. Untuk saat ini kita menunggu hasil autopsi terlebih dahulu," kata Arief kepada wartawan, Kamis (28/9/2023).

Menurutnya, sebanyak dua saksi sudah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.

"Untuk saksi awal kita sudah ada dua orang (diperiksa)," ujarnya.

Saat ini, kata Arief, kasus penemuan mayat itu dilimpahkan ke Polres Metro Depok. Sebab korban masih berstatus di bawah umur.

"Karena berkaitan dengan anak di bawah umur kita limpahkan Polres Metro Depok," tuturnya.

Versi warganet

Disebut pelaku tersebut adalah seorang kakek-kakek tua. Diduga kakek tua itu suka memegang alat kelamin korban.

Baca Juga: Hasil Asian Games 2022: Gol Sananta Dianulir, Timnas Indonesia Tersingkir

Disebutkan korban sering mengalami pendarahan saat buang air kecil. Ia mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang.

Ibu korban sangat marah karena anaknya diperlakukan demikian oleh pelaku. Ia menyampaikan protesnya kepada pelaku siang-siang, dengan kata-kata keras.

Namun, situasi semakin parah saat sore hari. Ketika korban hendak berangkat ngaji, pelaku tak terima dimarahi dari ibu korban. Akhirnya, pelaku meremas alat kelamin korban hingga korban menangis dan berusaha melarikan diri.

Saat korban hendak pulang, ia terus dikejar dan bahkan dicekik oleh pelaku di depan teman-temannya. Korban sampai biru karena perlakuan tersebut.

Pelaku bertindak demikian agar korban tidak memberi tahu orangtuanya tentang kejadian ini. Namun, yang disayangkan, korban bahkan meninggal akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.

Setelah dilakukan interogasi, ternyata bukan hanya korban yang mengalami oleh pelaku, melainkan banyak anak yang menjadi korban serupa. Informasi ini baru terungkap karena banyak dari teman-teman korban selama ini tidak berani memberitahu orangtuanya.

Load More