Depok.suara.com - Hasil imbang 0-0 AC Milan kontra Borussia Dortmund dalam pertandingan kedua penyisahan grup F Liga Champions menyisakan cerita unik.
Hal ini berkaca dari penentuan para pemain yang diturunkan dari menit pertama oleh pelatih AC Milan, Stefano Pioli.
Pelatih berkepala plontos tersebut mempercayai posisi gelandang kepada Tommaso Pobega, Tijjani Reijnders, dan Yunus Musah.
Nama yang pertama disebutkan menjadi sorotan karena performa buruk sang pemain sepanjang laga yang dihelat di Signal Iduna Park tersebut.
Pobega (bersama Calabria) mendapatkan rating 3.2 dari penilaian Google, terburuk dari semua pemain yang turun sejak menit pertama antara kedua kubu.
Lantas salah satu basis media sosial Twitter atau X Serie A, @Info_SerieA mengkritik Pobega beserta Stefano Pioli.
Pioli yang rutin menjadikan pemain Timnas Italia tersebut sebagai starting dianggap melakukan diskriminasi pada talenta lain dan disindir halus media tersebut dengan narasi Local Pride.
"PIOLI - LOCAL PRIDE
Babak pertama memang Milan diserang terus. Pemain tengah Milan kalah jauh sama Dortmund, namun bek Milan bermain sangat rapat."
Kebetulan nih, pemain tengahnya ada Uchiha Pobega," cuit @Info_SerieA (5/10/23).
Dimasukannya Yacine Adli pada babak kedua cukup menghidupkan permainan Il Rossoneri meski hingga pluit panjang berbunyi, skor kacamata tidak berubah.
"Babak kedua, Pobega diganti Akhi Adli. Kebetulan, serangan Milan jadi lancar. Sayangnya produk akhirnya tidak berbuah gol," tambah akun Info Serie A Italia.
Sindiran belum selesai sebab media tersebut mengatakan alasan Pobega ditandemkan dengan gelandang keturunan Indonesia Tijjani Reijnders karena kepercayaan ekstrimnya pada pemain lokal Italia.
"Kenapa Pioli memainkan Pobega sebagai starting? Ya jelas Local Pride dong. Kan lagi mampir ke negeri orang, sebagai warga negara yg baik, mereka harus showcase produk lokal mereka lah," jelas media asal Indonesia tersebut.
Sementara itu warganet praktis merujak habis Stefano Pioli. Bahkan ada netizen yang menyandingkan ide Pioli dengan pelatih junior Timnas Indonesia, Indra Sjafri yang menolak naturalisasi dan lebih percaya Locak Pride.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan
-
Foundation yang Bagus Merk Apa? Cek 7 Rekomendasi Terbaik Coverage Halus Seharian
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026