/
Rabu, 21 September 2022 | 11:12 WIB
Ferdy Sambo (Suara.com/Alfian Winanto)

Belum tuntas penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua, kini mencuat nama Robert Priantono Bonosusatya alias RBT yang disebut-sebut sebagai pemilik jet pribadi yang dipakai kepada anak buah Ferdy Sambo untuk menemui keluarga Brigadir J di Jambi. Belakangan, IPW pun menyebut jika Robert adalah bos judi online konsorsium 303 Kaisar Sambo

Rumor dirinya menjadi bos konsorsium 303 Kaisar Sambo langsung dibantah oleh Robert. Bantahan itu disampaikan Robert saat dikonfirmasi oleh Suara.com melalui pesan elektronik, Rabu (21/9).

Selain itu, Robert juga membantah soal tudingan dirinya pernah meminjamkan jet pribadinya kepada Brigjen Hendera. Robert juga membantah soal tudingan dirinya pernah meminjamkan jet pribadinya kepada Brigjen Hendra. 

"Saya sudah menjawab, tidak benar," kata dia seperti dikutip dari Suara.com, Rabu.

Meski demikian, Robert mengaku mengenal Ferdy Sambo dan Brigjen Hendra Kurniawan yang sempat disebut-sebut IPW menggunakan jet pribadi untuk menemui keluarga Brigadir J. Robert mengatakan jika hubungannya dengan Ferdy Sambo dan Brigjen Hendra hanya pertemanan saja. 

"Saya kenal. Ya teman (biasa)," singkat Robert.

Terkait tudingan IPW yang telah langsung dibantah, Robert mengaku belum kepikiran untuk melaporkan hal itu ke kepolisian. 

"Belum terpikir," kata dia. 

Heboh Private Jet 

Baca Juga: Klarifikasi Adam Levine Dituding Selingkuh: Saya Bertanggung Jawab Penuh

Diagram konsorsium 303 Kaisar Sambo sempat beredar di lini masa media sosial. Dalam lingkaran tersebut mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dikenal sebagai Kaisar Sambo. 

Dalam melancarkan bisnis gelap judi online ini, Ferdy Sambo disebut mendapat bekingan dari para petinggi Polri jenderal bintang dua. Seperti, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak. 

Selain itu, masih ada perwira tinggi dan menengah Polri lainnya yang disebut terlibat di dalamnya. Kemudian juga ada di pihak sipil yang disebut sebagai investor.

Brigjen Hendra Kurniawan (Instagram/@sealisyah) (sumber:)

Termuktahir, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menyebut anak buah Ferdy Sambo sekaligus mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan bersama anak buahnya sempat menggunakan private jet untuk menemui keluarga Brigadir J di Jambi. Private jet tersebut diduga milik bos konsorsium 303 Kaisar Sambo berinisial RBT alias Robert Priantono Bonosusatya dan YS alias Yoga Susilo. 

"IPW  mencium aroma amis keterlibatan  RBT dan Yoga Susilo dalam kasus Sambo dan Konsorsium 303. Lantaran, selain RBT, nama Yoga Susilo, Direktur Utama PT. Pakarti Putra Sang Fajar muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, sebagai nos konsorsium judi wilayah Jakarta," kata Sugeng dalam keterangannya, Senin (19/9/2022).

Sugeng bahkan menyebut, markas milik Robert terletak di wilayah Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Letaknya, tidak jauh dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia alias Mabes Polri. 

"Nama RBT alias Bong alias Robert Priantono Bonosusatya, dalam catatan IPW adalah ketua konsorsium judi online Indonesia yang bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, yang hanya  berjarak 200 meter dari Mabes Polri," ungkapnya.

"Almarhum Ketua Presidium IPW Neta S Pane pada  Juli 2020 sudah pernah meminta kepada Tim Satgasus Merah Putih Polri  untuk segera bertindak membubarkan guna menjaga marwah Merah Putih. 'Satgasus Merah Putih yang selama ini sigap memburu bandar narkoba, tapi impoten dalam memberangus bandar judi online' ujar Neta Pane ketika itu," imbuh Sugeng.

Momentum Kapolri Bersih-bersih

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta serius mengusut bisnis gelap judi online ini. Bukan justru berdalih tengah fokus menangani kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat dengan tersangka utama Ferdy Sambo.

Pengamat kepolisan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai sejauh ini belum terlihat keseriusan Polri membongkar praktik judi online dengan sandi kosorsium 303 Kaisar Sambo tersebut. Padahal, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengungkap adanya aliran transaksi judi online mencapai Rp155 triliun yang mengalir ke rekening anggota Polri, pelajar, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. 

"Tidak sesuai dengan jargon responsibilitas. Belum ada klarifikasi yang berarti terkait bagan konsorsium 303," kata Bambang kepada Suara.com, Selasa (20/9/2022).

Polri menurut Bambang, tidak bisa berdalih tengah fokus menangani perkara pembunuhan Brigadir J untuk mengesampingkan isu kosorsium 303 Kaisar Sambo. Apalagi, dalam diagram yang beredar terdapat beberapa perwira menengah hingga perwira tinggi Polri yang diduga terlibat di dalamnya. 

"Anggota Polri itu 430.000 orang, apakah semuanya hanya menangani kasus 338-340 (pembunuhan) FS (Ferdy Sambo) dan kawan-kawan saja? Kasus pembunuhannya sudah ditangani Dirtipidum, terkait indikasi TPPU pada konsorsium 303 harusnya juga bisa ditangani direktorat yang lain dari Bareskrim," ujar Bambang. 

Bambang berpendapat jika dugaan bisnis gelap judi online dengan sandi kosorsium 303 Kaisar Sambo ini tidak segera diungkap, akan semakin mempersulit mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri di bawah pimpinan Listyo. Sekaligus, dia menekankan kembali hal ini juga tidak sejalan dengan jargon responsibilitas Polri. 

"Kasus FS dan turunannya ini adalah momentum, tinggal Kapolri mau memanfaatkan momentum ini untuk bersih-bersih Polri, atau membiarkan momentum ini hilang seiring waktu ? Ini akan terlihat pada kecepatan, responsibilitas dan transparansi tindakan dari Polri sendiri." 

Load More