/
Senin, 24 Oktober 2022 | 10:52 WIB
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc

Korban meninggal dunia imbas Tragedi Kanjuruhan kembali bertambah. Farzah Dwi Kurniawan Jovandu menjadi korban jiwa ke-135 setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Dikutip dari SuaraMalang.id, Farzah meninggal dunia pada Minggu (23/10/2022) malam sekira jam 23.20 WIB. Sebelum wafat, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  itu  sempat dirawat selama 23 hari di rumah sakit.

Humas Tim Gabungan Aremania (TGA) Anwar berdasarkan keterangan dokter yang merawat, korban meninggal di ICU khusus infeksi. Korban dirawat di fasilitas tersebut lantaran, saat mendatangi rumah sakit sudah dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Pagi ini, jenazah korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga di TPU Sudimoro.

Dengan demikian, Farzah menjadi korban keempat yang meninggal dunia setelah mengalami fase kritis sekian lama usai Tragedi Kanjuruhan. Sebelumnya, beberapa korban meninggal usai terjadi Tragedi Kanjuruhan.

Pada Jumat (21/10/2022) Reyvano Dwi Afriyansyah (17) meninggal di Rumah Sakit Saiful Anwar atau RSSA, Kota Malang, pada pukul 06.45 WIB. Reyvano merupakan siswa Kelas XII, jurusan desain grafis SMKN 4 Malang. Dia berasal dari Jalan Kebonsari, Desa Ngebruk, Kabupaten Malang.

Sebelumnya, Andi Setiawan merupakan Aremania asal Jalan Mergosono Gang 5 Kota Malang. Dia menjadi korban ke-133 yang meninggal dunia atas Tragedi Kanjuruhan. Andi meninggal pada Selasa (18/10/2022) sekira pukul 13.20 WIB di RSSA.

Seminggu sebelumnya, Aremanita bernama Helen Prisela menjadi korban meninggal dunia ke-132 dari Tragedi Kanjuruhan. Helen hembuskan nafas terakhir setelah 10 hari koma.

Perempuan berusia 20 tahun itu meninggal pada Selasa (11/10/2022) pukul 14.25 WIB. Jenazah Helen langsung dimakamkan usai dibawa ambulans RSSA. Helen mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di RSSA Kota Malang, selama 10 hari. (Sumber: SaraMalang.id)

Baca Juga: Desakan Jokowi Minta Golkar Deklarasi Capres Sinyal Dukung Ganjar Pranowo, Pengamat: Tantang Megawati dan PDIP!

Load More