Jagat media sosial dihebohkan dengan video Presiden Amerika Serikat Joe Biden disebut-sebut dipaksa angkat kaki dari Indonesia oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berdasar narasi video itu, disebutkan jika Joe Biden ogah pergi dari Indonesia setelah menghadiri KTT G20 yang digelar di Bali.
Mencuatnya isu itu berdasarkan unggahan video di kanal YouTube POLITIK NUSANTARA, belum lama ini. Lewat unggahan video itu, berikut narasi video yang berdasarkan akun Youtube tersebut:
"Keras dan Tegas! Jokowi Terpaksa Usir Joe Biden Keluar Indonesia. Ternyata Ini Penyebabnya. Bahaya!" seperti dikutip dari Mamagini--grup Suara.com, Kamis (24/11)
Melalui thumbnail video, terlihat potret Jokowi yang tampak memberikan gesture mengusir Joe Biden. Kedua pemimpin negara ini tampak berada di dalam Istana Negara.
"Wapada. Ini Taktik Jahat. Joe Biden Tak Mau Pulang ke Amerika. Jokowi Tegas Perintahkan Keluar dari Indonesia."
Kemudian apakah benar video Jokowi yang disebut akun tersebut telah mengusir Joe Biden dari Indonesia?
Penjelasan
Setelah ditelusuri, narasi dan isi video ini tidak saling berkaitan. Isi video tersebut tidak memuat penjelasan mengenai insiden pengusiran Joe Biden yang dilakukan oleh Jokowi.
Narator dalam video tersebut justru menerangkan soal momen Jokowi dan Joe Biden saat berkunjung ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali.
Baca Juga: 7 Syarat Berkas PPK dan PPS Pemilu 2024 yang Wajib Diunggah ke SIAKBA, Catat!
Pada momen tersebut Jokowi berupaya menyelamatkan Joe Biden yang tersandung.
Selain itu, melalui unggahan akun Instagram Menteri Pariwisata dan Ekonomo Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, diketahui bahwa Presiden Amerika Serikat tersebut enggan meninggalkan Bali karena sudah merasa betah.
"Saya kira, saya gak akan pulang. Anda (Presiden Jokowi), membuatku betah di pantai Bali," ujar Biden seperti dikutip melalui unggahan @sandiuno beberapa waktu lalu.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa video dengan klaim Jokowi mengusir Joe Biden dari Indonesia adalah hoaks. Unggahan tersebut masuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Tag
Berita Terkait
-
China Bakal Kirim Bantuan Penanganan Gempa Cianjur, Xi Jinping Sampaikan Duka Cita ke Jokowi
-
Dua Kali Kunjungan ke Lokasi Gempa Cianjur, Jokowi Ingin Lihat Langsung Pencarian Puluhan Korban Hilang
-
Material Longsor di Jalur Cijedil Cugenang Dibersihkan Jelang Kunjungan Presiden Jokowi
-
Jokowi Serukan Lawan Politik Identitas, PKB: Harus Diwaspadai Juga Politisasi Hukum dan Kapital karena Lebih Berbahaya
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Strategi Perbankan Hadapi Volatilitas Global: Dari Stress Test hingga Hedging
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
5 Drama Korea Bertema Pekerjaan yang Melibatkan Hantu, Ada Phantom Lawyer
-
Sinopsis If Wishes Could Kill, Serial Terbaru Netflix Karya Sutradara Park Youn Seo
-
Samsung Tak Lagi Mendominasi di Pasar HP Lipat, Motorola Melesat
-
Eks Bupati Sleman Sri Purnomo: Jangan Sampai Menghukum Orang yang Tak Berdosa
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Kuat di Tengah Tekanan Eksternal
-
Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran
-
Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat
-
Konflik Global Picu Ketidakpastian, Perbankan RI Pertebal Manajemen Risiko