/
Senin, 05 Desember 2022 | 21:06 WIB
Potret Prewedding Terbaru Kaesang-Erina. (Instagram/kaesangp)

Jelang pernikahan, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono telah menggelar foto prewedding dengan menggunakan baju adat Papua. Namun, prewedding anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu malah menuai kritian dari pegiat Seni Papua, H Papuanis.

Kritikan soal foto prewedding baju adat Papua yang dikenakan Kaesang diutarakan H Papuanis, lewat akun Twitter pribadinya, @HPapuanis. Pakaian Kaesang disebut tidak sesuai busana adat laki-laki Papua. 

"Orang Papua siapa yang mengajarkan anak laki-laki presiden untuk memakai busana perempuan? Sangat miris," ujar @HPapuanis dikutip Suara.com, Senin (5/12/2022).

Dia menyebut busana seperti rok atau Sali yang dikenakan Kaesang, bukanlah busana lelaki tapi busana bawahan yang merupakan busana adat perempuan Papua atau Wamena.

"Kaesang, Presiden Jokowi punya anak laki-laki memakai sali (rok) yang biasa dipakai perempuan (Wamena)," katanya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh suara.com, Papuanis mengatakan yang dipakai Kaesang Pangarep merupakan busana campuran antara pakaian lelaki dan perempuan jadi satu, dan berasal dari wilayah pesisir dan gunung di Papua.

"Busana Papua yang Kaesang pakai itu campur. Di kepala dan di tangan (disebut tifa) biasa laki-laki yang pakai. Sedangkan di dada (disebut noken) dan rok (yakni sali) biasa perempuan yang memakai. Budaya papua sangat tabuh, kalau busana perempuan dipakai laki-laki begitu juga sebaliknya," jelas dia.

Hasilnya Papuanis yang tidak setuju dengan pakai Kaesang Pangarep, justru jadi bumerang untuk pelestarian budaya Papua dari yang seharusnya.

"Busana perempuan dipakai laki-laki atau sebaliknya, itu disebut lestari budaya?," tanya Papuanis serius lewat pesan singkatnya.

Baca Juga: Tiba-tiba Masuk, Ferdy Sambo Sobek-sobek Kertas Keterangan Kuat Ma'ruf saat Diperiksa Provos

"Saya tidak tau nilai budaya apa yang dia tunjukan karena dia memakainya campur aduk," katanya lagi.

Sayangnya, saat ditanyakan lebih lanjut busana apa yang sebaiknya digunakan Kaesang untuk mencerminkan busana Papua pada lelaki, Papuanis tidak menjelaskannya lebih lanjut.

Sementara itu ada beragam jenis pakaian adat Papua, dari mulai koteka atau holim yang hanya digunakan untuk menutupi kemaluan lelaki, sedangkan bagian tubuh lainnya dibiarkan nyaris telanjang.

Ada juga berupa rok rumbai, yang biasanya dikenakan oleh perempuan, tapi disebut-sebut lelaki juga boleh menggunakannya, tapi cara menggunakannya cenderung berbeda. Seperti misalnya, pada perempuan menggunakan atasan menutupi dada yang disebut noken, sedangkan lelaki tidak menggunakannya, tapi cenderung telanjang dada. (Sumber: Suara.com)

Load More