Skandal pelecehan seksual yang dialami finalis Miss Universe Indonesia berbuntut panjang. Hal itu setelah National Director and Owner Miss Universe Indonesia, Poppy Capella berniat melapor balik orang-orang yang telah menyebar fitnah.
"Saya memastikan akan mengambil langkah hukum dengan menuntut baik secara perdata atau maupun pidana, yaitu membuat laporan polisi karena adanya dugaan tindak pidana menyiarkan berita bohong," kata Poppy Capella, dikutip dari Suara.com, Senin (14/8).
"Dan atau dugaan tindak pidana menyebarkan kabar yang tidak pasti dan atau dugaan tindak pidana laporan polisi palsu dan atau dugaan pengaduan palsu," imbuhnya.
Terkait ancaman pelaporan itu, Poppy telah menyerahkan soal itu ke tim pengacaranya. Dia mengklaim jika tim pengacara sedang mempersiapkan bukti terkait rencana pengaduannya ke polisi.
"Kuasa hukum saya sedang mempelajari dan mempersiapkan langkah-langkah hukum yang akan diambil," katanya.
Selain itu, Poppy Capella juga meminta agar proses hukum dalam kasus ini dilakukan secara transparan dan profesional.
"Selanjutnya saya memohon kepada pemerintah, kepolisian dan instansi-instansi terkait lainnya serta kepada publik agar lebih jeli dan tidak terkecoh oleh pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar," katanya.
"Mari kita tunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian," imbuhnya.
Seperti diketahui, pihak Miss Universe Indonesia dilaporkan ke polisi usai memaksa para finalis tampil telanjang saat body checking.
Baca Juga: Dibikin Klepek-klepek, Raul Lemos Akui Tak Sekuat Kris Dayanti
Saat itu, finalis difoto dan diraba-raba oleh salah satu oknum kru.
Terkait ini, Poppy Capella menegaskan tidak tahu menahu. Dia baru tahu kabar ini dari media.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability