Bacapres Ganjar Pranowo sedang menjadi sorotan setelah muncul menjadi model iklan azan Magrib di sebuah televisi swasta. Penampilan Ganjar sebagai model iklan azan itu disebut-sebut sudah tayang di dua stasiun televisi swasta pada 5 September 2023 lalu.
Setelah ramai dan menjadi polemik, Ganjar pun dibela oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto seusai dirinya muncul di TV menjadi model iklan azan Magrib.
Hasto tak mau ada yang menyebutkan Ganjar memainan politik identitas terkait kemunculannya pada iklan azan Magrib di dua TV swasta itu.
"Bukan (politik identitas)," kata Hasto mengutip Suara.com.
Dia pun membongkar tabiat asli Ganjar yang dipuji-puji lantaran rajin beribadah sejak masih kuliah.
"Pak Ganjar Pranowo ini kan sosok yang religius, religiusitasnya tidak dibuat-buat. Sejak dulu, sejak jaman mahasiswa, Pak Ganjar Pranowo ini sosoknya seperti itu," klaimnya.
Lantaran dianggap sosok religius, Hasto pun menjamin jika penampilan Ganjar saat menjadi model iklan azan Magrib itu tidak dibuat-buat.
"Sosok yang rajin beribadah sosok yang baik, sosok yang santun, sosok yang merakyat, itu tidak dibuat-buat, itu sesuatu original, keluar dari Pak Ganjar Pranowo," katanya.
Terkait tayangan Ganjar di TV sebagai model iklan salat, Hasto turut menyinggung soal Pilkada DKI 2017 yang dianggap tak sehat karena menggunakan politik identitas.
"Kita tahu di DKI pada saat Pilgub itu digunakan politik identitas yang sangat tidak sehat dan hasilnya kan kita tahu," katanya.
"Kalau politik identitas itu kan politik yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa, politik yang miskin prestasi," sambungnya.
Hasto juga menyebut jika banyak program dari mantan Gubernur DKI yang didukung PDIP tidak dilanjutkan oleh Gubernur DKI Jakarta yang sedang menjabat kala itu.
"Apa yang jadi program Pak Jokowi, program Pak Ahok, program Pak Djarot Saiful Hidayat contohnya untuk membersihkan kampung-kampung dengan pasukan oranye, dengan pasukan hijau, itu kan tidak dilakukan," ucap Hasto.
Adapun pasangan Gubernur DKI dan Wakil Gubernur yang menjabat pada saat itu adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan tidak ada salahnya Ganjar muncul dalam tayangan azan Maghrib itu.
"Sehingga PDIP sangat tidak setuju, tetapi kalau untuk mengajak masyarakat dengan senyum, untuk berdoa bersama untuk menjalankan lima waktu itu kan merupakan hal yang positif," kata dia.
Berita Terkait
-
Ucap Terima Kasih usai Dipecat PDIP Gegara Dukung Prabowo Presiden, Budiman Sudjatmiko: Ini Adalah Akhir...
-
Resmi Dipecat PDIP, Nasib Cinta Mega usai Kepergok Main Judi Slot saat Rapat Paripurna DPRD DKI
-
Ngaku Main Candy Crush Bukan Judi Slot saat Rapur DPRD DKI, Cinta Mega Diskakmat Netizen: Dikira Kita Bego Kali Ya
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Naik Bus Sekolah, Pulang Bawa 4 Gol: Curacao Bikin Heboh Jelang Piala Dunia 2026
-
Honda Brio Terjun Bebas dari Flyover Gubeng Surabaya, Sopir Mabuk Malah Ngamuk ke Petugas
-
Misi 'El Tri' Usir Kutukan 40 Tahun: Bedah Kekuatan Meksiko Sang Tuan Rumah Piala Dunia 2026
-
Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional
-
Bosan Drama Politik, Publik Desak Penegakan Hukum Korupsi Jadi Prioritas
-
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia
-
Tiket Mahal? Central Park Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gratis!
-
Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
Sinopsis Ichijigen no Sashiki, Drama Misteri Jepang Terbaru Ryosuke Yamada