Jessica Kumala Wongso dianggap melanggar aturan sebagai narapidana karena sempat meladeni wawancara pihak Netflix yang mengangkat kasus kopi sianida ke dalam film dokumenter berjudul: "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso."
Pernyataan itu disampaikan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Prof Eddy Hiariej dalam podcast yang yang ditayangkan channel YouTube Diskursus Net pada Sabtu (14/10) lalu. Menurutnya, Jessica Wongso yang sedang menjalani masa penahanan sebagai narapidana memang dilarang diwawancarai.
Mengutip Suara.com, Jesssica memang sempat memberikan keterangan walau akhirnya dilarang oleh petugas di rutan. Walhasil, Jessica Wongso yang diduga sebagai pembunuh Mirna Salihin itu hanya muncul sebentar dalam film dokumenter besutan Netflix tersebut.
"Narapidana itu memang hakikatnya memang tidak bisa diwawancarai," kata Prof Eddy dikutip Suara.com.
Soal larangan narapidana diwawancarai, Prof Eddy Hiariej turut membandingkan kasus Jessica Wongso dengan kasus bom Bali dengan terdakwa Amrozi dan Imam Samudra yang sempat memberikan keterangan saat kasusnya diangkat ke dalam film dokumenter.
"Untuk kepentingan apa? Narapidana boleh bicara ke publik, misalnya dalam perkara yang sedang disidangkan. Kita membutuhkan kesaksian dia, maka dia boleh berbicara, persidangan itu dilakukan secara online," bebernya.
"Atau misalnya seorang narapidana (seperti Amrozi dan Imam Samudra dimintai pernyataan) untuk mengungkapkan kasus yang masih tersisa. Kalau Jessica kasus apa yang masih tersisa?" imbuhnya.
Menurutnya, alasan pihak lapas menghentikan wawancara Netflix dengan Jessica Wongso karena ada persyaratan yang dilanggar.
"Ini kan berkaitan dengan sistem keamanan. Kalo toh diizinkan, maka ada persyaratan-persyaratan. Maka dugaan saya, mungkin ketika Jessica diwawancarai, dia melanggar satu dua hal persyaratan itu kemudian disetop," tutup Prof Eddy.
(Sumber: Suara.com)
Tag
Berita Terkait
-
Polwan Ini Ungkap Sianida di Tubuh Mirna, Kisahnya Ditemui Arwah Korban usai Autopsi Bikin Merinding!
-
Akui Giring Opini Publik Demi Bebaskan Jessica Wongso, Hotman Paris: The Only Way Adalah Grasi ke Presiden
-
Ogah Maafkan Jessica Wongso, Video Kembaran Mirna Salihin Nangis Jadi Sorotan!
-
Sebut Jessica Wongso Belum Terbukti Bersalah Secara Hukum, Hotman Paris: Yang Tahu Hanya Dia dan Tuhan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus