Pengacara Hotman Paris Hutapea blak-blakan mendorong agar Jessica Kumala Wongso segera mengajukan grasi kepada Presiden Jokowi. Sebab, menurutnya, grasi adalah satu-satunya cara bagi Jessica Wongso agar bisa mendapat pengurangan masa penahanan setelah divonis 20 tahun penjara atas kematian I Wayan Mirna Salihin pada 2016 silam.
Pernyataan itu disampaikan Hotman Paris dalam program Pagi Pagi Ambyar yang tayang di Channel TRANS TV Official, Rabu (13/10) lalu.
Dalam acara itu, Hotman Paris awalnya menyinggung ucapan pengacara Jessica Wongso Otto Hasibuan yang akan berniat mengajukan lagi Peninjauan Kembali (PK) kliennya ke Mahkamah Agung (MA).
Menurutnya, hal itu adalah sia-sia karena PK dianggap hanya bisa diajukan sekali saja. Pasalnya, MA sudah pernah menolak PK yang ajukan Jessica pada 2018 lalu.
"PK hanya boleh sekali," kata Hotman Paris dikutip pada Jumat (13/10).
Terkait itu, Hotman Paris pun menyusulkan agar Jessica Wongso mengajukan grasi kepada Presiden Jokowi. Namun, kata dia, syarat pengajuan grasi itu, Jessica Wongso harus mengakui perbuatannya terkait kasus pembunuhan Mirna.
"Makanya saya selalu teriak-teriak the only way adalah grasi ke presiden. Tentu kalau grasi harus mengaku bersalah, tapi what's the problem kalau misalnya kalau misalnya grasi langsung bebas, ya sama aja kan?" kata Hotman.
Namun, salah satu host acara itu turut menyinggung ucapan Otto Hasibuan yang sempat menyebut jika Jessica Wongso tetap tak mengakui perbuatannya walau sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.
"Kalau grasinya sendiri kan menurut Bang Otto sebagai kuasa hukumnya bahwa grasi dibutuhkan adalah pengakuan dan juga penyesalan pengakuan melakukan tapi Jessica tidak mau mengaku," kata salah satu host acara itu.
Soal usulan grasi itu, Hotman Paris pun kembali menyerahkan sepenuhnya kepada Jessica Wongso apakah mau mengakui bersalah atau tetap menjalani sisa masa penahanannya di penjara.
"Terserah kepada Jessica, dia mau milih tinggal 16 (atau) 14 tahun lagi (masa penahanan) atau bagaimana?" ujar Hotman.
Namun, Hotman Paris pun memberi masukan kepada Jessica Wongso bila mau mengajukan grasi. Menurutnya, grasi itu juga membutuhkan banyak dukungan dari publik. Hotman pun mengakui secara tidak langsung membantu Jessica untuk menggerakan opini masyarakat lewat media sosial.
"Makanya saya bilang salah satu secara tidak langsung saya bantu Jessica adalah menggerakkan opini publik. Itu Instagramnya Presiden Jokowi itu gara-gara saya ngomong terus halo agar saudara kalian (netizen) hubungi Jokowi sudah diramai tadi pagi saya posting lagi ini," bebernya.
"Pernah kasus di Amerika seperti ini, agar banyak rakyat Indonesia bukan hanya sekedar chat di IG-nya Pak Jokowi, kirim surat ke Pak Jokowi kalau sampai 10 juta orang yang kirim kan dia kan perhatian," sambungnya.
Hotman Paris menyampaikan grasi bisa membebaskan orang yang bersalah asalkan telah menyesali perbuatannya.
"Kalau memang tidak terbukti why not? Karena memang grasi itu juga bisa membebaskan orang yang salah pun boleh. Tidak harus orang yang tidak bersalah grasi itu hanya di mata hukum hanya untuk orang yang bersalah," kata dia.
Namun, Hotman juga menegaskan ada konsekuensi yang harus ditempuh Jessica jika mau mengajukan grasi, yakni dia harus mengaku bersalah walau kasusnya dianggap belum ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan dirinya telah membunuh Mirna.
"Walaupun tidak ada pengakuan bahwa dia mengakui melakukan tindakan tersebut, kalau untuk grasi harus ngaku minta maaf. Makanya saya bilang memang ada resiko tapi ngaku enggak ngaku tetap aja dipenjara kan? kata Hotman.
Berita Terkait
-
Polwan Ini Ungkap Sianida di Tubuh Mirna, Kisahnya Ditemui Arwah Korban usai Autopsi Bikin Merinding!
-
Ogah Maafkan Jessica Wongso, Video Kembaran Mirna Salihin Nangis Jadi Sorotan!
-
Sebut Jessica Wongso Belum Terbukti Bersalah Secara Hukum, Hotman Paris: Yang Tahu Hanya Dia dan Tuhan
-
Bisa Senyum Hadapi Banyak Saksi Ahli di Sidang, Jessica Wongso Auto Mewek Gegara Tabiat Aslinya Dikuliti Sosok Ini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar
-
Pria di Medan Rampas HP Lansia Duduk di Kursi Roda, Uang untuk Main Judi
-
BCA Syariah Bangun 99 Masjid Asmaul Husna Pertama Ar Rahman di Aceh Tamiang
-
Cara Bayar Uang Pangkal dan SPP Sekolah Bisa Lewat BRImo
-
Amerika Keluarkan Travel Alert ke Warganya di Seluruh Dunia, Kemungkinan Perang Timteng Makin Besar
-
Plantar Fasciitis Cocok Pakai Sepatu Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Kurangi Nyeri
-
OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga
-
Tumbangkan Lawan Kuat Asal Filipina, Team Vitality Juara Mobile Legends di Esports World Cup 2026
-
Di Mana Beli Sepatu Lari Under Armour Original? Ini 5 Toko Resmi dan Model Terbaik
-
Bakal Dilebur Jadi Satu, Nama SDN 11 Kebayoran Lama Selatan Segera Dihapus?