Suara.com - Pengaduan musisi Ahmad Dhani terhadap sejumlah media online ke Dewan Pers berujung damai. Delapan media online, yakni Solopos.com, Okezone.com, Kapanlagi.com, Republika.com, Seru.com, Wartaharian.com, Kompasiana.com, dan Detikforum.com sepakat memberikan hak jawab kepada Dhani.
"Kami coba selesaikan kasus Ahmad Dhani terkait pemberitaan Twitter. Yang teradu 17 media dan hari ini ada 8 media yang hadir. Kami berhasil selesaikan meski berbeda-berbeda sesuai dengan sifat medianya," kata Ketua Pokja Hukum Dewan Pers, Joseph Adi Prasetyo di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2014).
Joseph berharap hak jawab itu bisa memulihkan nama baik Dhani. "Karena akibat tweet tersebut, setelah diumumkan Jokowi-JK jadi presiden banyak yang nagih ke Dhani (soal janji potong kelamin)," ujarnya.
Sementara sisa media online yang tak hadir dalam mediasi hari ini, Joseph mengatakan akan kembali memanggilnya. Ke depan dia menghimbau kepada media agar lebih hati-hati mengutip pernyataan dari media sosial.
"Itu bukan informasi, melainkan isu yang perlu verifikasi. Ini pelajaran penting dari pemilu," katanya.
Pengduan Dhani ke Dewan Pers terkait beberapa pemberitaan. Pertama, soal dirinya disebut orang bayaran tim sukses Prabowo-Hatta dan dibayar Rp10 miliar.
Beberapa media memuat berita tersebut dengan memakai pernyataan politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, dan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD di Twitter. Menurut Dhani, twitter itu bukan milik mereka alias palsu.
Keberatan Dhani yang lain terkait tweet janji potong kelamin jika pasangan capres Jokowi-JK terpilih menjadi presiden. Menurutnya, screenshot Twitter yang mengatas namakan akunnya itu hasil editan dengan program photoshop yang dilakukan orang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing
-
Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta
-
Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan
-
Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar
-
Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
5 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Binjai
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi