Suara.com - Grup band jazz kenamaan Krakatau kembali berkumpul dan menciptakan lagu-lagu baru untuk dituangkan dalam album teranyar mereka.
"Tiga lagu di antaranya tercipta di sela-sela penampilan Krakatau ReUnion di Bali, tepatnya di kamar hotel yang ditinggali Indra Lesmana," cerita pemain drum Krakatau Gilang Ramadhan di Batam, Minggu (7/9/2014).
Malam itu di Bali, Indra meminta produsernya membawakan keyboard ke dalam kamar hotel. Lalu datang anggota Krakatau lainnya untuk menciptakan lagu bersama.
"Kami membuat komposisi bersama-sama. Semuanya duduk, ikut memberikan melodi, memberikan konsep lirik," kata anak sastrawan Ramadhan KH itu.
Dari tiga lagu yang diciptakan di Bali, dua di antaranya berirama cepat yang dipengaruhi trend musik masa kini. Namun Gilang memastikan, tiga tembang itu memiliki "cita rasa" Krakatau yang khas.
Selama ini, kata dia, masyarakat menilai jazz Krakatau sangat berat. Dan kali ini band yang tenar di era 1980-an itu mencoba memadukan jazz yang "berat" dengan selera masyarakat.
Selama 30 tahun bermusik, Gilang mengatakan Krakatau memiliki ciri khas, "line" yang harus terus dijaga. Meski begitu Krakatau juga harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi.
"PR kami bagaimana caranya masyarakat umum mendengarkan dengan enak. Krakatau melihat sudut market yang luas," kata dia.
Gilang menjanjikan, musikalitas yang terdapat album Krakatau nantinya akan lebih bagus dibanding sebelum-sebelumnya.
"Kepiawaian kami bermain musik sudah bertambah dibanding 20 tahun lalu. Dan kami mencoba lebih menghargai not yang diberikan," kata dia.
Produser Krakatau, Dodi Hardono mengatakan album Krakatau terbaru diperkirakan sudah bisa didapatkan penggemar pada Desember 2014. Di dalamnya terdapat lagu-lagu lama yang direkam ulang dan tiga lagu baru yang diciptakan di Bali. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
4 Artis Ungkap Kisah Hidup Lewat Buku, Jauh Sebelum Aurelie Moeremans
-
Profil Becky Armstrong, Nanno Baru di Girl from Nowhere: The Reset
-
Keluar dari Zona Nyaman, Judika Jelajahi Nuansa Folk Lewat Lagu "Terpikat Pada Cinta"
-
Eksplorasi Tabu dan Misteri di Bercinta dengan Maut, Hadirkan Maxime Bouttier hingga Teuku Rassya
-
Film India Haq Dinilai Mirip Kasus Inara Rusli, Bisa Ditonton di Netflix
-
Mengenal Deviana Mulyadi, Istri Kak Seto yang Jarang Tersorot
-
Wajib Tahu! Rekap Film 28 Years Later Sebelum Nonton The Bone Temple
-
Sinopsis The Art of Sarah, Lee Jun Hyuk Selidiki Kehidupan Shin Hae Sun yang Penuh Teka-teki
-
Kasus Aurelie Jadi Pemicu, Kak Seto Dituding Child Grooming Gara-Gara Usia Istri
-
First Look Kru Baroque Works di One Piece Live Action 2 Bikin Heboh