- Penggunaan warnet di Cengkareng memiliki pola yang sama dengan bisnis binatu di Breaking Bad untuk menyembunyikan aktivitas pabrik sabu.
- Pengungkapan 3,5 ton bahan sabu cair membuktikan adanya laboratorium kimia kompleks dengan kapasitas industri di tengah pemukiman warga.
- Keberhasilan pelaku berbaur dengan masyarakat selama berbulan-bulan menunjukkan bahwa bahaya narkoba sering kali bersembunyi di tempat yang paling biasa.
Suara.com - Bagi para pencinta serial televisi bertema kriminal, nama Breaking Bad pasti menempati posisi istimewa.
Serial besutan Vince Gilligan yang tayang di AMC dari 2008 hingga 2013 ini menceritakan transformasi dramatis Walter White (Bryan Cranston), seorang guru kimia SMA yang didiagnosa kanker paru-paru, menjadi gembong narkoba kelas kakap.
Bersama mantan muridnya, Jesse Pinkman (Aaron Paul), White memproduksi kristal metamfetamin kualitas murni demi menjamin masa depan finansial keluarganya.
Salah satu elemen paling ikonik dalam serial yang kini masih tayang di Netflix ini adalah keberadaan "superlab" yang tersembunyi dengan sangat rapi.
Di bawah arahan kartel milik Gus Fring, White dan Pinkman bekerja di laboratorium bawah tanah yang menggunakan bisnis pencucian pakaian atau binatu (laundry) sebagai kedok.
Tak disangka, skenario yang tampak seperti khayalan penulis Hollywood ini memiliki kemiripan yang sangat nyata dengan sebuah kasus besar di Indonesia, tepatnya dalam pengungkapan pabrik sabu di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada 2009 silam.
Kedok Bisnis Legal yang Tak Terduga
Dalam dunia Breaking Bad, bau menyengat dari bahan kimia pembuat sabu disamarkan oleh aroma detergen dan uap mesin cuci. Di Cengkareng, para produsen narkoba menggunakan strategi serupa namun dengan pendekatan kearifan lokal yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, yakni sebuah Warung Internet atau Warnet.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik haram ini di Perumahan Taman Palem Mutiara, Jalan Lingkar Luar Kamal Jaya, Jakarta Barat. Pabrik sabu skala besar tersebut disamarkan dengan menjadikan lantai dasar bangunan sebagai warnet bernama Seal On Line Dust.
Baca Juga: DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
Kombespol Zulkarnain Adinegara, yang saat itu menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa aktivitas produksi justru dilakukan di lantai atas, sementara lantai satu berfungsi normal sebagai tempat bermain game dan berselancar internet bagi pelanggan umum.
"Satu orang diamankan dari lantai satu yang berfungsi sebagai warnet, sedangkan dua orang di lantai atas yang berfungsi sebagai pabrik narkoba," jelas Zulkarnain waktu itu.
Strategi ini sangat mirip dengan metode Gus Fring dalam Breaking Bad, di mana arus keluar masuk orang dan barang tersamarkan oleh aktivitas bisnis yang sah.
Jika Walter White membanggakan kemurnian produknya, pabrik di Cengkareng ini mengejutkan petugas dengan kuantitasnya yang masif. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa bahan sabu-sabu cair seberat kurang lebih 3,5 ton.
Angka ini merupakan tangkapan kakap yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut bukanlah laboratorium amatir, melainkan pabrik dengan kapasitas produksi industri.
Selain bahan cair dalam jumlah fantastis, polisi juga menyita berbagai peralatan produksi dan zat kimia berbahaya.
Berita Terkait
-
Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga
-
Geger! Pria di Jagakarsa Pukul Orang Secara Acak Karena 'Bisikan', Polisi: Dia Positif Sabu
-
Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Polresta Solo Ungkap Kasus Narkoba Terbesar, Sita 3,5 Kilogram Sabu Lintas Daerah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
-
Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo
-
5 Tips Memilih Loose Powder yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Hasil Flawless Tanpa Iritasi