Suara.com - Lembaga nirlaba Conservation International atau CI Indonesia meluncurkan film "Alam Berbicara" yang merupakan versi Indonesia dari kampanye global untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air.
"Kampanye sosial ini sebagian besar berbasis media sosial dan sudah diluncurkan CI menjelang COP21 yang diselenggarakan di Paris, Prancis pada 30 November-11 Desember 2015 dan bertujuan untuk membentuk kesepakatan internasional tentang iklim yang mengikat secara hukum," ujar Wakil Presiden, Ketut Sarjana Putra, di sela-sela peluncuran film di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).
Pesan utama dari kampanye sosial "Alam Berbicara" adalah ajakan untuk masyarakat Indonesia dalam mempertahankan kelestarian alam, dengan memproklamirkan bahwa alam tidak memerlukan manusia tapi sebaliknya, manusia memerlukan alam. Kampanye sosial berskala nasional itu terdiri dari berbagai kegiatan yang dimulai hari ini.
Kampanye tersebut pada tingkat internasional, menampilkan delapan film pendek dengan tema 'suara alam' yang dinarasikan oleh selebriti internasional terkemuka seperti Harrison Ford, Julia Roberts, Penelope Cruise dan Edward Norton.
CI Indonesia menarasikan semua film dalam Bahasa Indonesia dan baru saja meluncurkan empat film yang disulihsuarakan oleh selebriti-selebriti Indonesia yaitu Christine Hakim, Lukman Sardi, Pandji Pragiwaksono dan Najwa Shihab. Mereka, secara berturutan, berperan sebagai Ibu Pertiwi, Samudra, Hutan dan Air.
"Kampanye sosial ini bertujuan untuk menggugah kesadaran publik tentang pentingnya mendengarkan alam dan mendorong aksi dari masyarakat luas, pemerintah, komunitas, institusi-institusi dan sektor swasta menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia," jelas dia.
Kedua versi film tersebut, Indonesia dan internasional, akan ditayangkan di stasiun televisi nasional dan disebarluaskan melalui media sosial.
"Hutan dan lautan adalah sumber kehidupan dan jika keduanya dipelihara dengan baik, maka kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim global. Indonesia perlu mengadopsi jalur-jalur pembangunan berkelanjutan yang inovatif dan mulai menghargai serta melindungi alam. Namun, perubahan seperti ini perlu waktu." Berdasarkan data Forest Watch Indonesia pada 2011, seluas 1,5 juta hektar hutan dirusak setiap tahunnya dan 95 persen dari terumbu karang kita terancam punah.
"Situasi itu bisa menjadi lebih buruk bila kita semua tidak bertindak sekarang. Kita bertanggungjawab akan kerusakan dan eksploitasi alam yang berlebihan. Kita perlu komitmen masyarakat untuk melestarikan alam demi mencapai kesejahteraan manusia. Mengurangi laju deforestasi dan pemutihan terumbu karang serta meningkatkan peran fasilitator adalah fokus dari upaya-upaya CI di Indonesia." terang dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba