Suara.com - Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menilai pemangkasan anggaran negara dalam RAPBN Perubahan 2016 hingga Rp 70 triliun disebabkan target penerimaan negara yang meleset. Padahal, memaksimalkan sumber penerimaan negara dari sektor ekonomi kreatif mampu mendukung pendapatan negara.
Dikatakan Anang, sektor ekonomi kreatif bisa dimanfaatkan untuk mengatrol penerimaan negara. "Asalkan pemerintah ada kemauan dan serius membenahi di sektor ekonomi kreatif ini," kata Anang dalam siaran persnya yang diterima redaksi suara.com.
Menurut suami penyanyi Ashanty ini, setidkanya ada tiga sektor dari industri kreatif yang bisa dimanfaatkan negara untuk menambah sumber penerimaannya.
"Pertama dengan membentuk integrated box office system yang khusus memonitor sebaran film, berapa penonton dan tren film apa yang lagi digemari di suatu kota. Sistem ini akan memberi efek positif bagi pelaku seni, industri dan pajak. Semua menjadi transparan," urainya.
Anang menyayangkan hingga kini Indonesia belum memiliki sistem yang terintegrasi terkait dengan industri perfilman. Dengan adanya sistem ini, Anang optimistis penerimaan negara akan terangkat.
"Saya mendorong pemerintah segera mempercepat penerbitan Peraturan Menteri terkait dengan sistem Box Office itu," cetus Anang.
Sumber kedua yakni keberadaan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang hingga saat ini belum berjalan maksimal. Menurutnya, Kementerian Hukum dan HAM sebagi leading sector dalam urusan ini hingga saat ini belum melakukan langkah konkret.
"Sampai hari ini Peraturan Pemerintah tentang pendaftaran lagu agar mendapat lisensi dari pemetintah belum ada. Padahal itu masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," cetus Anang.
Adapun sumber ketiga yaitu mereformasi Lembaga Sensor Film (LSF) dengan mengubah UU No 33 Tahun 2009 dengan memasukkan pungutan yang dilakukan LSF masuk penerimaan negara.
"Merujuk Pasal 65 ayat (2) dan ayat (4) UU No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, pungutan yang dilakukan LSF tidak masuk kategori penerimaan negara seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB)," terang politisi PAN ini.
Bila tiga sektor tersebut dibenahi dengan serius, Anang yakin tak akan terjadi pemangkasan anggaran negara oleh pemerintah.
"Belum lagi dari sektor lainnya di ekonomi kreatif yang tahun 2013 saja dapat menyumbang peneriman negara sebesar Rp 642 triliun," tandas Anang.
Anang menambahkan, mestinya pemerintah tak melihat ekonomi kreatif hanya sebagai sektor komplememter. pasalnya, sektor tersebut cukup signifikan menyumbang penenerimaan negara.
"Saat ini cukup jelas sekali kinerja Badan Ekonomi Kreatif tersandung oleh peraturan antarlembaga dan masih akutnya ego sektoral di dalam kementerian," kritik Anang.
Anang meminta Kepala Bekraf Triawan Munaf berani mendobrak dengan mengkreatifkan hubungan antarlembaga dan antarkementerian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Asri Welas Banting Tulang Sendiri Demi Anak, Nafkah dari eks Suami Diduga Abu-Abu
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
The Connel Twin Bongkar Artis J Sering 'Digilir' di Bali, Jennifer Coppen Dicurigai Haters Panik
-
Akting dengan Tatjana Saphira, Fadi Alaydrus PDKT Seminggu Buang Rasa Canggung
-
Perang SEAblings vs Knetz, Jang Hansol Blak-blakan Pernah Kritik Orang Korea Sendiri
-
Penjelasan Ending The Art of Sarah, Siapa Sebenarnya Sarah Kim?
-
3 Drakor Terbaru Shin Hae Sun, The Art of Sarah Tayang di Netflix
-
Anak Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Laki-Laki atau Perempuan? Akhirnya Diumumkan
-
Bela Sule, Nathalie Holscher Semprot Teddy Pardiyana karena Minta Jatah Warisan
-
Tak Cuma Jago Akting, Aktor Chandra Wahyu Sabet Penghargaan Inspiratif di HPN 2026