Suara.com - Sidang kasus narkoba aktris Jennifer Dunn kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua saksi dari petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Kedua saksi yang bernama Rico Adriansyah dan Tya Ajuha Putri menjelaskan kronologi awal penangkapan Jennifer Dunn. Dalam keterangannya, mereka membenarkan penangkapan Jennifer Dunn merupakan pengembangan kasus Ferly Feisal Salim.
"Awalnya terdakwa memesan sabu 0,5 gram ke Feisal lewat Whatsapp. Lalu mereka bertemu pagi hari di MCD Kemang sekitar jam 7.00 WIB. Sabu 0,5 gram dihargai Rp700 ribu rencananya. Belum ada pembayaran karena barang yang diantarkan saat itu 0,25 gram," terang Rico Adriansyah lugas.
Menurut Rico dari hasil bukti percakapan mereka, Jennifer Dunn menuntut agar sisa sabu di antar ke rumajnya yang berlokasi di Bangka, Jakarta Selatan.
Namun, Jennifer Dunn keberatan dengan keterangan saksi tersebut. Kata Jennifer, ia tidak pernah menuntut sisa sabu pesannya agar segera diantar.
"Izin yang mulia, saya keberatan bahwa saya tidak pernah menuntut datangnya sabu dari Ferly. Karena saya tidak meminta. Tapi Ferly yang menjanjikan ke saya untuk ngasih," kata Jennifer Dunn.
Perempuan yang kabarnya telah menjadi Istri Faisal Harris ini pun membantah bahwa sebelum terjadi penangkapan, ia tengah menunggu kedatangan Ferly Feisal Salim.
Baca Juga: Jelas Pilih Jennifer Dunn, Sarita Abdul Mukti Gugat Faisal Harris
"Lalu tidak benar juga bahwa saya sedang menunggu datangnya sabu itu," sambung Jennifer Dunn lagi.
Jennifer Dunn sendiri diringkus aparat kepolisian di kediamannya yang berlokasi di kawasan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017. Ia didakwa tiga pasal sekaligus yakni Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Hanya Fachri Albar, Deretan Artis Ini Juga 3 Kali Tersandung Kasus Narkoba
-
Liburan ke Korea, Visual Anak-anak Jennifer Dunn Bikin Terpesona
-
Gurita Bisnis Faisal Harris: Ayah Shakilla Astari Sat-set Ketemu Salim Nauderer, Siap Jadi Mertua?
-
Shakilla Astari Anak Siapa? Dulu Digandeng Reza Arap, Kini Diduga Mesra dengan Salim Nauderer Eks Rachel Vennya
-
Bak Boneka, 9 Potret Jennifer Dunn Makin Langsing Usai Operasi Bariatrik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Momen Syifa Hadju Minta Izin Pakai Busana Terbuka Tuai Pro Kontra: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat