Suara.com - Sidang ujaran kebencian yang melibatkan musisi Ahmad Dhani kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (9/7/2018). Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim memeriksa saksi bernama Bimo selaku admin Twitter resmi Ahmad Dhani.
Dari fakta persidangan, Bimo menuturkan selalu memposting berdasarkan perintah dari Ahmad Dhani yang disampaikan lewat Whatsapp.
"Dulu pakainya SMS, terus berubah pakai Whatsapp. Tiap perubahan nomor untuk Whatsapp ada pemberitahuan dari tedakwa. Jadi saya tahu itu nomor terdakwa," terang Bimo di ruang sidang.
Kendati begitu, Bimo mengungkap ponsel pribadi Ahmad Dhani pernah dipegang oleh orang lain selama Pilkada Bekasi, Jawa Barat. Selama itu, ia juga menerima pesan-pesan yang akhirnya diposting olehnya di akun Ahmad Dhani.
"Pernah lihat HP mas Dhani bukan beliau yang pegang saat pilkada. Saya kan jobdesk-nya ngurus sosmed jadi termasuk Twitter nggak usah nunggu perintah. Kalau ada kiriman pesan saya langsung posting," ucap Bimo.
"Saya nggak perlu tahu itu dari Dhani atau nggak. Yang penting ada Whatsapp dari nomor itu saya post. Saya nggak perlu tahu HP dipegang siapa," sambungnya lagi.
Lagipula sepanjang menjadi admin, Bimo mengklaim sang bos tidak pernah protes mengenai unggahannya. "Tidak ada komplain," ungkap Bimo.
Sampai saat ini, hanya Bimo yang mengetahui pasword Twitter pentolan Dewa 19 itu.
Sekadar diketahui, Ahmad Dhani berurusan dengan polisi usai dianggap menyebarkan ujaran kebencian di Twitter. Ada tiga postingan Ahmad Dhani yang membuatnya tersandung masalah hukum.
Baca Juga: Intip Cantiknya Janda Hrithik Roshan saat Berlibur di Yunani
"Yang menistakan agama si Ahok.. Yang Diadili KH Ma'ruf Amin," demikian bunyi cuitan pertama.
"Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya - ADP," bunyi postingan kedua.
Dan unggahan terakhir yang dipersoalkan yakni, "Kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP."
Berita Terkait
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Cuma Dikasih Makan Gratis, Farida Nurhan Ngamuk Diminta Review Restoran Besar Tanpa Bayaran
-
Viral Pasutri Tewas Ditabrak Taksi Bluebird, Akun IG Nikita Willy dan Suami Diserbu Netizen
-
Bongkar Biaya Jadi Pilot, Ridho Slank Sebut Terbangkan Pesawat Lebih Murah daripada Main Golf
-
Curhat di Threads, Citra Scholastika Soroti Etika Booking Jasa Penyanyi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover