Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada Agustus ini, Teater Keliling bersama Galeri Indonesia Kaya mempersembahan pertunjukan drama musikal berjudul "Menuju Pementasan: Takdir Cinta Pangeran Diponegoro".
Lewat drama tersebut, sutradara pementasaN, Rudolf Puspa, ingin mengenalkan sosok Pangeran Diponegoro yang bukan hanya seorang pahlawan gagah berani, tetapi juga lelaki yang sangat mencintai istrinya, Raden Ayu Maduretno.
"Dengan latar belakang situasi perang Jawa, kisah cinta Pangeran Diponegoro dan istrinya memang tak semudah kisah cinta pada umumnya. Ketulusan hati Raden Ayu Maduretno dalam mencintai Pangeran Diponegoro dan keberaniannya untuk mendampingi Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah, membuat kami terinspirasi untuk membuat pementasan drama musikal "Takdir Cinta Pangeran Diponegoro"," ujar Rudolf Puspa di Jakarta, Minggu, (5/8/2018).
Naskah drama musikal "Menuju Pementasan: Takdir Cinta Pangeran Diponegoro" ini ditulis oleh Wadirman Djojonegoro dan diadaptasi oleh Dolfry Indasuri.
Teaser pementasan tersebut ditampilkan secara terbatas di Auditorium Galeri Indonesia Kaya dan menjadi pembuka dari pementasan utama "Takdir Cinta Pangeran Diponegoro".
Drama musikal "Takdir Cinta Pangeran Diponegoro" sendiri akan diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta pada 17 - 19 Agustus 2018 mendatang.
Dimainkan oleh seniman-seniman muda didikan Teater Keliling, drama musikal ini akan dibumbui cerita haru biru, komedi serta perpaduan gerak tari dan suara merdu para pemain drama.
"Kemerdekaan bangsa ini tak lepas dari perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan-pahlawan kita dalam memerangi penjajah. Oleh karena itu, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan beragam pelaku seni untuk mengisi dan merayakan Hari Kemerdekaan. Salah satunya bersama Teater Keliling yang menampilkan drama musikal Takdir Cinta Pangeran Diponegoro, pada sore hari ini," kata Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian.
Baca Juga: Gol Telat Makan Konate Gagalkan Kemenangan Persija di Kanjuruhan
Berita Terkait
-
Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Samakan Perjuangannya dengan Pangeran Diponegoro
-
Rangga dan Cinta: Nostalgia AADC dalam Balutan Musikal yang Bikin Penasaran!
-
Review Film Siapa Dia: Perjalanan Epik Sinema Indonesia!
-
Tunggangi Naga, Aksi Yura Yunita Pukau Penonton di Pagelaran Sabang Merauke
-
Tampilkan 1.500 Seniman, Megahnya Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Sinopsis Drakor Honour, Ajang Comeback Lee Na Young yang Angkat Kisah 3 Pengacara Perempuan Tangguh
-
Galang Dana buat Bencana Sumatra, Big Bang Festival Kumpulkan Rp22 Juta
-
Fairuz A Rafiq Geram Insanul Fahmi Bilang I Love You ke Inara Rusli dan Mawa
-
Stranger Things Finale: Siapa Saja Korban Tewas dan Apa yang Terjadi dengan Eleven?
-
7 Film Indonesia Terlaris yang Disutradarai Komika, Agak Laen: Menyala Pantiku! Saingi Jumbo
-
Devano Danendra Resmi Buang Nama Belakang, Ini Alasan di Balik Keputusannya
-
Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak
-
Penjelasan Ending Stranger Things 5 Finale, Jawab Misteri Paling Besar
-
CJ7: Surat Cinta Stephen Chow untuk Perjuangan Seorang Ayah, Malam Ini di Trans TV
-
Film 5 CM Kembali dengan Sekuel Revolusi Hati, Bukan Lagi Soal Pendakian Gunung