Suara.com - Sederet artis Tanah Air bakal ikut menjadi juru kampanye (jurkam) di Pilpres 2019, baik dari kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.
Popularitas mereka diharapkan bisa mempermudah sosialisasi visi dan misi capres-cawapres yang 'dijual' kepada masyarakat.
Artis yang terlibat sebagai jurkam kebanyakan berstatus sebagai calon anggota legislatif dari partai koalisi pengusung capres-cawapres.
Ada yang benar-benar baru terjun ke panggung politik, ada pula yang memang sudah punya pengalaman sebelumnya.
Tapi tetap saja, label artis masih membuat sebagian masyarakat ragu. Apakah mereka benar-benar ditunjuk sebagai jurkam karena berkompeten atau cuma sebagai pemanis saja.
Liputan khusus Suara.com edisi Oktober ini memang membahas hal tersebut. Kami berhasil mewawancarai artis yang ditunjuk sebagai jurkam dari kedua kubu.
Mereka adalah Ahmad Dhani dan Dedi Gumelar alias Miing dari kubu Prabowo-Sandi dan Farhat Abbas dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.
Simak selengkapnya di halaman berikut:
1. Ahmad Dhani
Baca Juga: Pernikahan Ketiga Ovi Sovianti Digelar Sederhana, Ada Apa?
Musisi Ahmad Dhani didaulat menjadi salah satu juru kampanye pasangan Prabowo-Sandi. Kebetulan, dia juga nyaleg dari Partai Gerindra, partai pengusung Prabowo-Sandi.
"Saya ini Jurukamnas. Saya itu harus masuk supaya tidak bisa dipersekusi," kata Dhani ditemui beberapa waktu lalu.
Suami Mulan Jameela ini merasa dipercaya sebagai jurkam bukan sebagai pemanis. Dhani menilai dirinya punya kemampuan untuk ikut memenangkan Prabowo-Sandi.
Tugas utama yang diemban Dhani adalah menyerang kubu lawan, bukan menyampaikan visi dan misi Prabowo-Sandi.
"Strategi, saya sih ahli di bidang kekurangannya Presiden Jokowi. Kan kekurangannya banyak," ujarnya.
Sementara untuk menyampaikan visi dan misi Prabowo-Sandi, lanjut Dhani, ada ahlinya sendiri.
"Ada ahli ekonomi kan, ahli politik ada lagi Fadli Zon. Saya ini ahli dalam mendeteksi kelemahan-kelemahan Jokowi. Dan itu adalah, kampanye saya, banyak sekali yang udah kita bahas," ucapnya.
Satu-satunya amunisi Dhani menjadi jurkam Prabowo-Sandi adalah segala sesuatu yang dianggap sebagai kekurangan Jokowi.
"Misalnya janji-janji kampanye yang tidak ditepati, saya tuh cukup hafal banget. Beberapa statement inkonsisten saya hafal semua," katanya. [Wahyu Tri Laksono].
2. Farhat Abbas
Farhat Abbas masuk dalam tim jurkam pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Pengacara yang dekat dengan dunia keartisan ini yakin kemampuan bicaranya punya kontribusi yang besar bagi kemenangan kubu petahana.
"Saya kan jagonya debat. Saya nggak mungkin debat kalau nggak punya kemampuan. Lihat saja background saya kan pengacara sudah biasa debat,"
kata Farhat.
Meskipun lebih dikenal sebagai pengacara, lelaki 42 tahun ini mengklaim punya pengalaman politik karena pernah beberapa kali nyaleg. Meskipun, dia sadar belum pernah berhasil lolos ke Senayan.
"Karena kalau partai itu kan susah dapat kursi Senayan. Tapi tetap seratus persen yakin saya masih dipercaya," ujarnya.
Farhat optimistis bisa menjalani tugas sebagai jurkam dengan baik. Apalagi sebelum terpilih, dia sudah mendapat pembekalan sekaligus pelatihan
khusus.
"Juru bicara itu yang mewakili kepentingan calon untuk bersuara. Dan itu ada pelatihan dong. Tapi pengalaman saya kan sudah ada. Saya rasa saya
sudah melakukan itu," katanya.
"Misalnya kayak kemarin kasus 17 orang kubu Prabowo nyebarin hoaks Ratna Sarumpaet sudah saya laporkan ke polisi," ujar dia lagi.
Farhat sadar nanti bakal berhadapan dengan artis yang berada di kubu sebelah. Dia pun sudah siap jika harus berseteru dengan mereka. Tapi Farhat berharap permusuhannya cuma di panggung politik saja.
Di sisi lain, Farhat menolak jika keterlibatannya dalam tim sukses Jokowi dibilang cuma buat pemanis belaka. "Loh saya mah nggak dibutuhkan Pak Jokowi. Tapi saya ada di sini karena kepentingan partai pengusung. Jadi saya bukan pemanis Jokowi. Tapi Jokowi yang pemanis buat saya. Menurut saya Jokowi sudah sukses," katanya.
Farhat juga merasa beruntung didapuk menjadi jurkam lantaran bisa promosi nyaleg gratis. Seperti diketahui, ayah dua anak ini terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) dari PKB untuk wilayah Jawa Barat 6, yang meliputi Kota Depok dan Bekasi. [Sumarni]
3. Miing
Komedian Dedi Gumelar alias Miing kini tak lagi berada di PDI Perjuangan. Pendiri grup lawak Bagito itu sudah berlabuh di Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu partai pengusung Prabowo-Sandi.
"Jadi saya tim kampanye nasional. Tugas saya kampanye menjual prabowo dan Sandi. Kebetulan saya juga di Dapil. Masa kampanye sudah dimulai dan kita mengkampanyekan program," kata Miing.
Miing membantah sosoknya cuma jadi pemanis dalam jurkam. Dia merasa berkompeten lantaran sudah cukup lama berada di panggung politik.
Soal label artis yang masih melekat, menurut Miing, justru jadi senjata ampuh untuk menyampaikan visi dan misi Prabowo-Sandi kepada masyarakat.
"Karena lebih baik orang yang dikenal yang bicara dari pada orang yang tidak dikenal," ujarnya.
Sebagai kader partai yang mengusung Prabowo-Sandi, Miing merasa tak dimanfaatkan. Hal itu, kata dia, sudah kewajiban.
"Konsekuensinya logis, bahwa saya adalah anggota dari koalisi partai, maka saya di masukan ke dalam tim kampanye, logis dong. PAN kan partai pengusung dengan Gerindra. Nggak ada yang aneh menurut saya," kata Miing. [Ismail]
Berita Terkait
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Shafeea Dihujat Imbas Postingan Masa Lalu, Ini Nasihat dari Ahmad Dhani
-
Guru SD Ungkap Beratnya Tekanan Al dan El Waktu Kecil: Sekarang Gak Gila Saja Alhamdulillah
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Momen Syifa Hadju Minta Izin Pakai Busana Terbuka Tuai Pro Kontra: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat