Suara.com - Penyanyi dangdut Shinta Bachir mengadukan artis Nikita Mirzani ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Didampingi pengacraanya, Sunan Kalijaga, dan Puput Carolina, sahabatnya Shinta Bachir mendatangi kantor KPI di jalan Juanda, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (8/10/2018).
Kedatangan Shinta Bachir bertujuan untuk berkonsultasi terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Nikita Mirzani di acara Pagi-Pagi Pasti Happy.
BACA JUGA: Undangan Pernikahan Evi Masamba Beredar, Ini Sosok Calon Suaminya
"Kami datang ke Komisi Penyiaran Indonesia untuk melakukan pengaduan salah satu program televisi swasta yang kami duga kontennya berisi pencemaran nama baik. Hal-hal yang disampaikan hostnya belum terbukti dilakukan secara hukum," kata Sunan Kalijaga usai bertemu komisioner pengaduan KPI.
Dikatakan Puput Carolina, dirinya mengadukan Nikita Mirzani ke KPI karena istri pengusaha Dipo Latief tersebut menyebut namanya tiga kali terkait kasus penyalahgunaan narkotika.
BACA JUGA: Ratna Sarumpaet Dibui, Atiqah Hasiholan Menghilang!
"Nama saya dengan jelas disangkut-pautkan dengan narkoba, bandar narkoba, di mana hal itu tidak bisa dibuktikan, tidak ada saksi, dan menggiring opini masyarakat terhadap kepribadian saya dan mencemarkan nama baik saya," tutur Puput Carolina.
Sementara Shinta Bachir, tuding Nikita Mirzani telah melakukan penghinaan terhadap dirinya saat siaran live di TV.
"Saya dibilang perempuan halu, stres, dan itu menyebut nama saya jelas sekali. Terus ada DM yang seharusnya konsumsi pribadi menjadi konsumsi publik itu kan dari pihak si NM ini sendiri," ujar Shinta Bachir.
BACA JUGA: Gaya Keren Jessica Iskandar Ikutan Falling Stars Challenge
Dalam pengaduannya, Shinta Bachir menyertakan bukti-bukti berupa rekaman video Nikita Mirzani di episode tanggal 1 Oktober 2018. Rencananya, KPI akan meninjau aduan tersebut dan hasilnya akan diumumkan pekan depan.
Berita Terkait
-
KPI Olah 330 Juta Barel Bahan Baku Sepanjang 2025
-
Nikita Mirzani Minta Denada Jangan Berkelit: Akuin Aja Itu Anak Lo, Gitu Aja Repot
-
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
-
Lagi Dipenjara, Nikita Mirzani Masih Bisa Ledek Richard Lee yang Kini Jadi Tersangka
-
Richard Lee Diperiksa Polisi, Dokter Detektif Mendadak Muncul di Polda Metro Jaya Tuntut Penahanan
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Stranger Things: The First Shadow Bakal Dibuat Versi Film
-
Knetz Sindir Fans Asia Tenggara Kecoa, SEAblings Balas Pakai Bukti Duet Feby Putri dan LOCO
-
Tak Takut Film Action Gagal, Nico Rosto Siapkan Ramuan Khusus untuk Film Jangan Seperti Bapak
-
Bangun Ekosistem Olahraga, Rezky Aditya dan Dimas Seto Resmikan Monarch Padel di 5 Lokasi
-
Sinopsis Love O'Clock, Kisah Romantis Pertukaran Jiwa Shin Hae Sun dan Na In Woo
-
Ini Alasan dr Tirta Terus Tekan Mohan Hazian Tanpa Ampun hingga Akhirnya Mengaku
-
Anak Bakar Ibu Kandung Karena Tak Diberi Rp39 Juta buat Bayar Utang
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Review Film Jangan Seperti Bapak: Drama Keluarga Berbalut Laga yang Sarat Pesan, Meski Ada Catatan
-
L.A Confidential: Skandal Korup di Balik Gemerlap Hollywood 1950-an, Malam Ini di Trans TV