Suara.com - Penggemar Lee Jong Suk asal Tanah Air merasa bersalah atas ketidaknyamanan yang dirasakan idolanya. Seperti yang diketahui, aktor ngetop asal Korea Selatan itu dideportasi pihak imigrasi karena dianggap melanggar aturan.
Kolom komentar foto di Instagram Lee Jong Suk pun dibanjiri ucapan maaf dari para penggemar. Mereka berharap lawan main Bae Suzy dalam serial While You Were Sleeping itu tidak kapok mengunjungi Indonesia di kemudian hari.
"Maaf atas insiden ini. Jangan khawatir untuk kembali ke Indonesia, karena aku sangat mencintaimu. Sekali lagi, maaf," tulis pemilik akun @yollapuspitaa.
"oppaaa jangan kapok ya balik ke indonesia lagi," sahut @ntan_7O.
"Aku merasa sangat malu. Maaf untuk pelayanan buruknya. Kami sangat menyesal. Jangan bersedih," ungkap @lisyaabakhri.
"Maafkan aku. Aku harap kamu akan balik lagi ke Indonesia," imbuh @ndayu.19.
Paspor dan visa Lee Jong Suk beserta tiga belas stafnya sempat ditahan pihak imigrasi saat hendak bertolak ke Korea Selatan, pada 4 November kemarin.
Melalui Instagram pribadinya, Lee Jong Suk menyatakan bahwa pihak promotor fanmeeting, Yes24 NET Indoneisa membuat laporan palsu soal penjualan tiket.
Namun, menurut Yes24 ENT Indonesia, visa Lee Jong Suk dan timnya lah yang bermasalah. Pasalnya, visa mereka hanya berisi izin liburan, bukan bekerja.
Baca Juga: Lee Jong Suk Dideportasi, Ini Pelajaran untuk Para Traveler
Atas kejadian itu, Lee Jong Suk pun dimintai keterangan di kantor Imigrasi Jakarta Selatan, kemarin sore. Setelahnya, lawan main Bae Suzy ini dideportasi lantaran dianggap sudah menyalahi aturan hukum Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan