Entertainment / Music
Minggu, 07 Juli 2019 | 14:56 WIB
(Prambanan Jazz Official)

Looping full orkes memagari set mini orkestra yang dibawakan Yanni, tabuh meriah mengakhiri intro pembuka yang dibawakan sekitar satu setengah menit, disambut tepuk tangan yang begitu hangat dari ribuan penonton.

Kami terkesima, sadar deretan musisi kelas wahid menunjukkan kelas mereka.

Pesta baru dimulai, Yanni melanjutkan rentet repertoarnya malam itu dengan nomor 'For All Seasons' dan 'Keys to Imagination'.

Bak ingin menunjukkan betapa khatam nya penguasaan instrumen masing-masing musisi yang ia bawa, Yanni mempersilahkan satu per satu musisi pengiringnya unjuk kebolehan. Hal yang sama akan ditunjukkan nyaris sepanjang jalannya konser.

Samvel Yervinyan, salah satu violinist terbaik di dunia menyeruak dengan sayatan violinnya. Sang virtuoso memainkan nada-nada tinggi nan melengking dalam tempo cepat, tanpa cela sama sekali. Jalinan nada yang ia mainkan begitu menyayat, menikam sanubari kami.

Disambut dengan nada-nada magis dari tuts keyboard Ming Freeman, yang membuat suasana di pelataran Candi Prambanan kian sakral.

Tak cukup Samvel dan Ming, Jason Carder turut memekikkan trumpet bak lengkingan sangkakala dalam balutan nada-nada yang terdengar begitu flamboyan.

Ketiganya, adalah virtuoso di kelasnya masing-masing, pun seluruh musisi yang diboyong Yanni malam itu.

Bak ingin menunjukkan tak sembarang musisi yang dapat ikut serta bersama rombongan 'sirkusnya' yang spektakuler, di hadapan penonton Prambanan Jazz 2019, Yanni menampilkan atlet akrobat terbaik di jagat musik dunia.

Baca Juga: Tanpa Persiapan, Rida Sita Dewi Tampil Memukai di Prambanan Jazz 2019

Setelah ketiga nomor pembuka, Yanni menyapa Yogyakarta dengan hangat, ''Halo Jogja, apa kabar?'' sapa Yanni menyambut para penggemarnya.

''Malam ini begitu indah, dan istimewa dalam sejarah hidup saya. Sebab saya bisa bermain di Candi Prambanan nan menakjubkan,'' ujar Yanni.

(Prambanan Jazz Official)

Tak banyak basa-basi, Yanni kembali meneruskan repertoarnya. Selanjutnya, sebuah nomor berjudul 'Felitsa', lagu yang ditulis Yanni sebagai ungkapan cinta pada ibunya.

Di nomor ini, pemain violin alto, Lindsay Deutsch mengguratkan nada-nada sendu, bak mengguratkan kerinduan dan cinta yang tulus pada seorang ibu.

Diiringi tuts piano Yanni nan magis, untaian nada violin Lindsay menyelipkan 'suara wanita' dalam bangunan lagu yang disusun Yanni.

(Prambanan Jazz Official)

Setelahnya nomor demi nomor dibawakan. Yanni menyuguhkan repertoar bertempo cepat yang sama baiknya dengan repertoar bertempo lambat.

Load More