- Kunjungan wisatawan di Candi Prambanan saat libur Lebaran 2026 meningkat dua kali lipat dari hari biasa.
- Hingga H+2 Lebaran, tercatat lebih dari 7.000 orang telah mengunjungi kompleks candi tersebut per Senin (23/3/2026) pagi.
- Pengelola menawarkan atraksi tambahan seperti wisata kuliner dan seni budaya untuk menjaga tingginya minat pengunjung.
Suara.com - Kunjungan wisatawan di Candi Prambanan selama masa libur Lebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Hingga H+2 Lebaran Idulfitri, pelancong yang memadati salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia ini terus menunjukkan tren positif.
Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM), Indung Purwita Jati, menuturkan berdasarkan data terbaru per Senin (23/3/2026) hingga pukul 10.30 WIB, tercatat sudah lebih dari 7.000 orang memasuki kawasan candi.
"Jadi update per jam 10.30 WIB tadi sudah ada sekitar lebih dari 7.000 sudah masuk," kata Indung saat ditemui di Kompleks Candi Prambanan, Senin siang.
Indung menyampaikan angka kunjungan pada Minggu (22/3/2026) kemarin sempat menyentuh 14.000 orang. Ia meyakini volume harian akan lebih tinggi pada hari ini.
"Jadi kemarin kita tembus di 14.000 (orang) sampai dengan tutup. Jadi kita optimis hari ini ya 18.000 lah," ungkapnya.
Indung mengatakan bahwa proyeksi khusus untuk Candi Prambanan selama periode libur Lebaran kali ini ditargetkan mencapai angka 129.000 pengunjung.
Pihaknya tetap optimistis angka tersebut dapat diraih, melihat rata-rata kenaikan kunjungan pada libur Lebaran kali ini yang stabil.
"Kami cukup optimistis untuk Prambanan ini karena memang kalau dihitung secara rata-rata, kunjungan wisatawan per tahun itu kisaran naik sekitar 3 sampai 5 persen," ucapnya.
Tingginya minat wisatawan domestik menjadi faktor utama manajemen tetap mematok target puncak kunjungan harian cukup tinggi pada masa libur Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
Untuk menjaga antusiasme pengunjung selama masa puncak (peak season), pengelola tidak hanya menawarkan wisata sejarah. Indung mengatakan pihaknya juga menghadirkan beragam atraksi menarik, mulai dari wisata kuliner tradisional hingga kegiatan seni budaya.
"Prambanan sendiri juga selain dari kita kunjungan ke candi, kita juga memberikan banyak atraksi kepada para pengunjung. Yang pertama, seperti contoh Pasar Medang. Jadi di situ kita bekerja sama dengan lebih dari 20 UMKM, yaitu masakan-masakan tradisional di daerah Yogyakarta," paparnya.
Pihak manajemen menekankan bahwa mereka masih memiliki waktu hingga esok hari untuk mencapai angka maksimal kunjungan. Optimisme ini didorong oleh kenyataan bahwa liburan Lebaran masih menjadi magnet kuat bagi wisatawan untuk berkunjung ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
"Kami optimistis tercapai. Ini kita melihat animo dari wisatawan domestik itu juga masih tinggi. Jadi kita berharap target yang sudah kita set itu akan tercapai," tandasnya.
Sementara itu, Ane, wisatawan asal Sukabumi, mengaku memang sudah berencana untuk berkunjung ke Candi Prambanan pada liburan kali ini. Ia datang bersama rekannya untuk menikmati masa libur Lebaran di Jogja.
"Iya sengaja ke sini liburan. Udah ke Prambanan, Malioboro, Tugu, masih sekitaran situ. Baru pertama kali ke sini, bagus banget apalagi cuaca cerah, bagus buat foto-foto," kata Ane.
Berita Terkait
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Rahasia Kaki Bebas Pegal Saat Libur Lebaran: Intip Kolaborasi Ikonik Melissa x Scholl Terbaru
-
Wisata Bus Tanpa Atap di PIK: Pengalaman Menikmati Jakarta dari Perspektif Baru yang Tak Biasa!
-
5 Pantai Hidden Gems Jogja Dijamin Anti Macet Buat Lebaran 2026, Tiket Mulai Rp3 Ribuan Saja
-
Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!