Suara.com - Penyanyi dangdut Iis Dahlia turut kehilangan BJ Habibie, yang meninggal dunia Rabu (11/9/2019) sore. Bahkan, Iis mengaku punya kenangan yang tak terlupakan terhadap Mantan Presiden RI ketiga itu.
Pertemuan Iis Dahlia dengan BJ Habibie terjadi ketika penyanyi 47 tahun itu diundang bernyanyi di Istana Negara, Jakarta.
"Dari zamannya Pak Harto (Soeharto, Presiden RI kedua) kan saya sudah menyanyi di istana. Biasanya zamannya Pak Harto kalau nyanyi tuh serius dan hanya di aula aja, kalau Agustusan. Tapi pertama kali punya presiden nyanyi dengan santai itu waktu masa pemerintahan Pak Habibie. Kami tuh nyanyinya di belakang, di taman," ungkap Iis Dahlia, saat ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).
Selain itu, Iis Dahlia juga mengungkap kehamiran BJ Habibie dalam bermain musik, yang mungkin banyak orang tidak tahu.
"Pak Habibie itu ternyata bisa main terompet loh, alat musik. Terus suasananya santai, beliau sering ngobrol sama kami, benar-benar pada saat kita nyanyi, pada zamannya Pak Habibie tuh kami santai banget di istana. Karena suasananya formal," kata Iis Dahlia.
Iis Dahlia terakhir kali bertemu BJ Habibie di sebuah mal di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, beberapa tahun lalu.
"Terakhir aku ketemu Pak Habibie, beliau sedang belanja, lagi milih-milih salad. Itu mungkin hiburan beliau ya semenjak ditinggal Ibu Ainun. Pasti beliau merasa kehilangan teman hidupnya gitu kan. Itu kayak refreshing-nya beliau," ujar Iis Dahlia.
Bagi Iis Dahlia, BJ Habibie adalah sosok orang pintar, berkarisma dan rendah hati.
Baca Juga: Firasat Reza Rahadian Sebelum BJ Habibie Meninggal
"Beliau orang hebat, inspirator banget bagi kita semua. Banyak menginspirasi anak-anak muda. Orang pintar pertama yang dikenal dunia, tapi orangnya humble banget, nggak kaku gitu. Pak habibie tuh santai banget," tutur Iis Dahlia.
Berita Terkait
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain
-
Menggali Sejarah Reformasi Indonesia di Buku Detik-Detik yang Menentukan
-
Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik
-
Kiprah B.J. Habibie dalam Sejarah Kebebasan Pers Indonesia
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir