Suara.com - Pendeta sekaligus sepupu dari Penyanyi Yopie Latul, Carolin menceritakan awal mula penyanyi 65 tahun itu terpapar virus corona (Covid-19).
Kepada Suara.com dia bilang sejak awal Yopie Latul tak ada riwayat penyakit apapun.
"Awalnya sih nggak ada gejala, sehingga dikategorikan sebsgai OTG, orang tanpa gejala," kata Carolin, ditemui usai acara pemakaman Yopi Latul di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).
Namun, setelah diperiksa, dokter tak menemukan gejala penyakit apapun pada diri Yopie Latul. Pada 5 September, putra sulung Yopie, Carllo Satryo berinisiatif melakukan tes swab sang ayah.
"Periksa kesehatan tidak ditemukan apa-apa. Karena kondisi makin tidak baik lalu Carllo berinisiatif untuk coba swab. Di-swab itu hari Jumat tanggal 5 September," ungkapnya.
Dari situ, pihak keluarga baru mengetahui bahwa Yopie Latul virus corona (Covid-19) dengan diagnosa orang tanpa gejala atau OTG.
"Hasil Swab menunjukan positif karena positif lalu di bawa ke rumah sakit Bintaro," katanya.
Kendati demikian, Carolin memastikan bahwa anak dan istri Yopie Latul negatif dari virus corona.
"Setelah itu seisi keluarga di-swab dan puji Tuhan keluarga negatif semua," katanya menjelaskan.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Yopie Latul Ingin Gelar Konser Tunggal
Jenazah Yopie Latul telah di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Makamnya tak jauh dari tempat peristirahatan terakhir penyanyi Glenn Fredly.
Manggung di Bogor
Carllo menduga sang ayah tertular Covid-19 usai manggung di salah satu hotel di Bogor. Mungkin kata dia, ketika itu, imun sang ayah lagi menurun.
"Kita nggak tau ya kalau ada acara itu, kita nggak tau papa ketemu siapa. Siapa yang sakit atau ada yang kena, kami nggak tahu," ujarnya.
"Kebetulan mungkin bapak saya imunnya lagi rendah dan juga memang terpapar, nggak tahu dari mana," kata dia lagi.
Yang jelas menurut Carllo, sang ayah tak memiliki riwayat sakit apapun semasa hidup.
"Dia sebenarnya nggak ada penyakit bawaan. Kayak jantung, gula itu nggak ada. Karena memang dia rajin buat periksa atau kontrol badannya," katanya.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang
-
Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia
-
SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK