Suara.com - Komika Bintang Emon kembali menjadi sasaran isu politik. Kali ini berkaitan dengan aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.
Bintang Emon dituduh menjadi provokasi demo. Padahal ia sama sekali tak ikut mengomentari soal UU Cipta Kerja yang tengah diperdebatkan.
"Gue kemarin memilih untuk nggak bicara soal omnibus law, karena gue sadar belum segitu paham. Jadi daripada salah persepsi, mending gue diam deh, anteng," katanya dalam video yang dikutip dari akun Twitter, Sabtu (10/10/2020).
"Nah udah diam, anteng, masih dituduh jadi provokator. Allahu Akbar," imbuh komedian yang membintangi film Milly & Mamet ini.
Sambil bercanda, ia yang biasanya dituduh sebagai impostor dalam game online Among Us ini kaget mendapat fitnah sebagai provokator.
"Biasa dituduh impostor tiba-tiba dituduh jadi provokator kan kaget hamba. Ya Allah," tuturnya.
Meski sudah diam namun tetap menjadi sasaran pihak tak bertanggung jawab, Bintang Emon berharap agar masyarakat tak perlu takut bersuara.
"Buat teman-teman jangan takut untuk bersuara di media sosial, karena ini merupakan wadah perjuangan yang baru," ucapnya.
Namun lelaki bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra mengingatkan soal UU ITE.
Baca Juga: Unggah Video Sarkas, Bintang Emon: Aku Ingin Jadi Rakyat yang Baik Saja
"Nah kalau mau aman, jangan sebut nama, jangan sebut instansi, jangan tampilin visual, jangan bersuara. Memang itu sih yang paling bener. Becanda!"
Video Bintang Emon itu pun sudah disaksikan satu juta warga Twitter. Termasuk salah satunya Annisa Pohan, menantu mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia bahkan meninggalkan jejak komentar dengan bertanya, "Ini anaknya siapa sih?" Annisa Pohan tulisnya sambil menyematkan emoji tertawa sambil menangis.
Beberapa warganet menanggapi pertanyaan Annisa Pohan. "Yang jelas bukan buzzer, sampah politik masyarakat," tutur akun @fahmiAb65524545.
"Bukan anaknya tukang meubel," jawab @BaimPoli.
"Anak ini @BintangEmon pintar tapi pura-pura beg**. Sementara yang disana, beg** tapi pura-pura pintar," ujar warganet lain.
Berita Terkait
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?
-
5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental
-
Istri AHY Annisa Pohan Lahirkan Anak Kedua, Diberi Nama Gelar Raja
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap