Suara.com - Pedangdut Via Vallen akan menghapus video klip terbarunya dengan Dyrga Dadali yang berjudul "Kasih Dengarkanlah Aku". Menyusul tuduhan penjiplakan dari konsep video klip milik penyanyi Korea, IU.
"Jujur aku malu dan bakal minta video klip ini buat di-take down," tulis Via Vallen di Insta Story, Sabtu (24/10/2020).
Malu, jelas dirasakan Via Vallen atas kemiripan video klip miliknya dengan IU pada lagu berjudul "Above the Time".
Via Vallen menuturkan ia tidak tahu soal kesamaan konsep video klip tersebut. "Sama sekali nggak ada unsur kesengajaan," kata pelantun "Sayang" itu.
"Kalau dari awal aku tahu bahwa MV 'Kasih Dengarkanlah Aku' plek ketiplek sama dengan orang lain, pasti 100 persen bakalan minta ganti konsep," paparnya.
Via Vallen pun minta maaf atas kejadian memalukan tersebut. Bukan hanya pada pihak IU, tapi juga untuk penggemarnya.
"Untuk IU, fans IU dan terutama Vyanisty, juga pihak yang merasa dirugikan, aku minta maaf soal MV (music video) ku yang ternyata muirip banget sama IU," ujar penyanyi 28 tahun ini.
Via Vallen juga akan menjadikan momen ini sebagai pembelajaran kedepannya agar lebih berhati-hati membuat karya.
"Sekali lagi, dari lubuk hati paling dalam, aku minta maaf," katanya menandaskan.
Sebelum Via Vallen memberikan klarifikasi, label musiknya mengatakan, konsep video klip sang biduan dirancang sutradara bernama Chris Sinyal.
"Pihak manajemen saat ini sedang meminta klarifikasi dari pihak sutradara," demikian keterangan dari Ascada Music di Instagram, Sabtu (24/10/2020).
Mereka juga menjelaskan, pihak manajemen tidak mengetahui adanya unsur kesamaan dalam video klip milik Via Vallen dan juga IU. Termasuk para penyanyi yang membawakan hits "Kasih Dengarkanlah Aku".
"Pihak artis dalam hal ini, Via Vallen dan Dyrga Dadali sebagai pemeran utama dalam video klip tersebut hanya menjalankan tugas dari talent,"
"Dua artis tersebut tidak turut serta berperan dalam menentukan konsep ide video klip," tegasnya.
Berita Terkait
-
4 Tahun Kencan, IU dan Lee Jong-suk Dikonfirmasi Putus oleh Agensi
-
Via Vallen Murka Usai Jadi Korban Body Shaming: Disuruh Diet Pas Lagi Menyusui Dua Anak!
-
Pemeran Utama Perfect Crown Minta Maaf soal Kontroversi Distorsi Sejarah
-
Rilis Episode Baru, Perfect Crown Kembali Cetak Rating Tertinggi
-
5 Drama Populer dari IU, Punya Peran Berbeda yang Mengejutkan Penonton!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Sinopsis Film Anak-Anak Bambu, King Faaz Siap Beri Kejutan
-
Target 3 Juta Penonton di Film "402 Rumah Sakit Angker Korea", Simak Plot Twist Tak Terduga!
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere di Korea, Dapat Sambutan Hangat dari Penonton BIFAN 2026
-
26 Started with a Yes!: Kado Ultah Terindah Eltasya Natasha, Dilamar Kekasih
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura