Suara.com - Artis Fanny Ghassani memang sering tampil seksi di Instagram. Tapi gara-gara itu, ada seorang warganet yang melakukan tindakan tak senonoh terhadap perempuan 29 tahun ini.
Rupanya, Fanny Ghassani mendapatkan pesan di Instagram dari seorang warganet. Orang tersebut menegur bintang sinetron Cinta Fitri ini karena dianggap terlalu mengumbar aurat.
Bukan menegur dengan baik, tapi warganet tersebut malah menuliskan kalimat tak senonoh kepada Fhanny Ghassani.
"Umbar aurat terus giliran dien*** bilangnya pelecehan," tulis si warganet melalui pesan Instagram.
Co host Hitam Putih ini pun merasa terusik hingga membalas pesan netizen itu. Fanny Ghassany langsung mengunggah tangkapan layar isi pesan tersebut. Ia bahkan sempat berpikir mau lapor polisi.
"Beraninya di-DM. Panjangin nggak nih sampai kantor polisi?" tulis Fanny lewat Instagram Story.
Fanny Ghassani mengaku baru pertama kali mendapat pesan yang sangat menyakitkan dari seorang warganet. Ia pun meminta kepada warganet lain untuk hati-hati dalam bersosial media.
"Pertama kali sepanjang main di Instagram, gue se-emosi ini. Kayaknya agama nggak cuma sekadar tutup aurat. Tapi tutup mulut kalau nggak penting-penting amat! Memang ilmu tanpa akhlak nggak baik. Apalagi kalau nggak punya akhlak dan nggak punya ilmu. Begitu jadinya!," ucap Fanny Ghassani.
Si warganet rupanya ketakutan akan dilaporkan ke polisi. Ia pun langsung minta maaf. Bintang sinetron Cinta Fitri ini kembali menegur si warganet untuk tak menulis komentar sembarangan.
Baca Juga: Fanny Ghassani dan Suami Dikira Masih Pacaran
"Jangan pada iseng deh tangannya. Lo nggak tahu mood si pembaca lagi kayak gimana. Salah gegara jari masuk jeruji!!" ujar Fanny.
Istri Erwan Agustian itu akhirnya memilih memaafkan dan tak mau memperpanjang masalah.
"Aku berkeputusan untuk enggak memperpanjang," ucap Fanny Ghassani.
"Anaknya kayaknya memang enggak bakat juga memperpanjang masalah, anaknya terlalu santai. Ya, yang penting ini jadi pelajaran, ya, supaya lebih santun dalam berkata-kata karena itu kasar banget," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
'Jebakan' Fanny Ghassani Bikin LDR dengan Suami Selama 7 Tahun
-
Akhiri LDR di Ramadan, Fanny Ghassani Bahagia Suami Temani Puasa di Jakarta
-
Fanny Ghassani Kenang Momen Pilu Saat Orangtua Bercerai
-
Fanny Ghassani Batal Nikah 4 Hari Jelang Akad, Keluarga Calon Suami Tak Rela Pindah Agama
-
Keturunan Arab, Fanny Ghassani Disentil Kakak soal Penghasilan jadi Artis: Mungkin Gak Halal
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas