Suara.com - Pedangdut Dewi Perssik kembali bahas masalahnya dengan dokter kecantikan, Richard Lee. Seperti diketahui mantan istri Saipul Jamil ini sempat meradang karena dokter yang merawatnya disebut abal-abal.
Ini menjadi perseteruan lain Dokter Richard Lee bersama artis. Setelah sebelumnya ia terlibat debat dengan Kartika Putri.
Masalahnya, karena si dokter menyebut produk yang hendak direview Kartika Putri abal-abal.
Merujuk pada masalah tersebut, Dewi Perssik mengatakan yang lebih baik menilai bagus atau tidaknya produk adalah lembaga resmi.
"Bukan bidangnya untuk mereview produk orang. (Sebab) yang berhak adalah BPOM," kata Dewi Perssik saat gelar Instagram Live, Jumat (12/2/2021).
"Dokter juga punya kode etik untuk mengatakan bagus atau tidak. Mereka juga punya kode etik dalam berbahasa," imbuhnya.
Sebelumnya, Dokter Richard melalui Instagram memberikan penjelasan, bahwa apa yang dikatakannya pun sudah berdasarkan pada BPOM.
"Ada yang ngomong kita harus percaya pada badan pemerintah, itu bener banget," kata Dokter Richard Lee.
Baca Juga: Dewi Perssik Akhirnya Berdamai dengan dr Richard Lee
Dokter Richard Lee menerangkan, apa yang diulasnya memang berdasarkan BPOM.
"Saya nggak buat standart sendiri. Kasih tau kayak gimana cara melihat krim yang benar, krim yang aman, krim yang abal-abal seperti apa. Berdasarkan apa? berdasarkan BPOM," papar dokter asal Palembang tersebut.
"Jadi jangan benturkan saya dengan BPOM," pintanya.
Berita Terkait
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
-
Dikarantina di Lapas, dr Richard Lee Dilarang Dijenguk selama 2 Minggu
-
Richard Lee Segera Jalani Sidang, Kejaksaan Kerahkan 7 Jaksa Penuntut
-
Dewi Perssik Pakai Jubah biar Tak Dikenali, Saat Diam-diam Kuliah S1 Psikologi di Jakarta
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim