Suara.com - Komika Ernest Prakasa yang ikut menyuarakan soal protes sinetron Suara Hati Istri: Zahra kembali menyampaikan kritik. Ini terjadi setelah tim produksi mengganti pemain utamanya Lea Chiarachel yang menjadi Zahra.
Menurut Ernets Prakasa, pergantian Lea Chiarachel yang berusia 15 tahun dengan artis Hanna Kirana, sebagai bintang baru, belum menyelesaikan masalah di sinetron tersebut.
"Gue mau lanjut soal sinetron yang sempat ramai dan pemerannya sudah diganti. Apa diganti pemeran menyelesaikan masalah? Sebenarnya nggak teman-teman," kata Ernest Prakasa di Instagram, Jumat (4/6/2021).
"Mungkin lu akan (komentar) 'ribet banget sih' 'mau lu apa, rempong banget', terserah. Gue akan bercerita kenapa sinetron ini masih bermasalah," lanjutnya.
Sutradara dan aktor film Cek Toko Sebelah ini menjelaskan alasannya. Karena cerita di sinetron yang tayang di Indosiar itu masih menampilkan romansa pernikahan seorang pria dan gadis SMA.
Padahal menurut Undang Undang Pernikahan 2019, seorang perempuan harus berusia 19 tahun untuk bisa menikah.
"Di sini letak masalahnya menurut gue. Kita punya tanggung jawab buat mengedukasi, bahwa pernikahan yang terlalu muda itu berbahaya," jelas Ernest Prakasa.
Ernest Prakasa menjabarkan, dampak negatif dari pernikahan dini adalah pertaruhan masa depan serta kondisi mental.
"Nggak bisa menggapai cita-cita, kelak akan berdampak pada kesehatan mentalnya. Juga akan berpengaruh pada faktor fisik. Mengandung dan melahirkan begitu muda," paparnya.
Baca Juga: KPI Resmi Hentikan Tayangan Sinetron Zahra
Ini juga yang menjadi alasan batas usia pernikahan minimal 19 tahun. Sementara UU sebelumnya pada 1974, melegalkan seorang perempuan menikah di umur 16 tahun.
"Oleh karena itu, pada 2019, DPR akhirnya merevisi, jadi di UU untuk pernikahan seorang laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun," terangnya.
Berkaca pada perubahan itu, tim produksi seharusnya juga bisa memahami dampak dari cerita pernikahan di usia belia.
"Kalau konfliknya anak SMA dinikahkan, kemudian dia diceritakan tidak bahagia. Maka kita bisa belajar, oh nikah itu jangan terlalu muda," kata Ernest Prakasa memberikan contoh.
"Ini kayak diromantisasi, keluarganya senang, itu kayak, gimana ya?" imbuhnya.
Lewat komentar ini, Ernest Prakasa sebenarnya tidak bertujuan menjatuhkan sinetron tersebut apalagi sampai terhenti penayangannya.
Berita Terkait
-
Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
-
Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran
-
Ernest Prakasa Bahas Keuntungan Film Agak Laen, Ternyata Dibagi-bagi ke Pihak-Pihak Ini
-
Akui Sempat Malu Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala, Jessica Mila Tuai Kritik
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Jadi Istri Pejabat, Daster Arumi Bachsin Cuma Rp30 Ribuan
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
-
Terpilih Jadi Severus Snape di Serial Harry Potter, Paapa Essiedu Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Beda Reaksi Fuji Ditanya Gebetan, Full Senyum saat Disinggung Reza Arap
-
Karina Ranau Ngamuk Dibilang Lebay Lebaran di Makam Epy Kusnandar, Tantang Hater Ketemu
-
Reza Arap Salting Parah di Depan Fuji, Rachel Vennya Malah Gencar Godain Terus
-
Prioritaskan Kesehatan, Adhisty Zara Mundur dari Sinetron Beri Cinta Waktu
-
Vokalis Avenged Sevenfold Beri Kode Keras: Kita Harus Balik Lagi ke Jakarta
-
Barasuara Batal Manggung Usai Festival Riang Gembira Batal Digelar, Iga Massardi: Itu Zalim
-
Tanam Pohon di Makam Vidi Aldiano, Ayah Izin ke Rano Karno