Suara.com - Komika Bintang Emon baru-baru ini melontarkan sindiran untuk Mahfud MD, yang mengutarakan hobi barunya nonton sinetron Ikatan Cinta di tengah PPKM Darurat. Bintang menyayangkan pengakuan Mahfud, karena disampaikan di tengah kondisi negara tengah krisis akibat pandemi Covid-19.
"Jadi wajar aja menurut gue kalau pak menteri nonton sinetron. Tapi poinnya menurut gue, nggak usah cerita-cerita, kan sekarang situasi lagi kritis," kata Bintang Emon di Instagram Storynya.
"Ada yang dagangannya dirazia nih, nggak boleh kerja, ada oknum galak. 'Saya habis nonton sinetron'. Bapak yang memangku kebijakan, bapak yang bertanggungjawab, terus ngaku lagi nonton sinetron kan lucu," katanya melanjutkan.
Dari situ, bintang film Milly & Mamet itu kemudian mengeluarkan sindiran menohok untuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut.
"Jangan kelihatan banget makmurnya. Jam 7 sudah ada di depan TV, padahal ada yang jam 7 dagangannya ditarik karena sudah nggak boleh dagang," ucap Bintang Emon lagi.
Namun, sindirannya itu justru menjadi bumerang bagi Bintang Emon. Kali ini, warganet menilai komika 25 tahun ini terlalu berlebihan mengkritik dan tak pada porsinya.
"Aku sih biasa aja, karena dia nonton tp nyoroti tentang hukum yang dipakai di tv," komentar akun @wiwien_tian
"Harusnya nggak usah nyindir, cari pekerjaan yang lebih bermanfaat," kata akun putra_adi31.
"Ini kenapa si mas Emon, gitu doang dianggep salah, terus kalau menteri nggak boleh kayak manusia pada umumnya? Harus perfect gitu?" ujar akun @lilisstn_ menimpali.
Baca Juga: Menohok! Bintang Emon Sindir Mahfud MD Nonton Ikatan Cinta: Keliatan Banget Makmurnya
"Nonton sinetron patokan makmur ya? Alhamdulillah aku makmur nontin mas aldebaran teross," ucap akun @gitudehlah ikut menimpali.
"Gini ya, menteri hanya meluruskan apa yang menjadi alur cerita di sinetron Ikatan Cinta. Memang Indonesia sedang dalam keadaan kritis, tapi masa cuma gara-gara tweet begitu disindir melulu, adaa ajaa," imbuh akun @astridchristyy.
Dalam cuitan yang ia unggah di akun Twitter pribadinya, Kamis (16/7/2021) malam, Mahfud MD bercerita dirinya tertarik menonton Ikatan Cinta saat PPKM diberlakukan. Mahfud mengkritisi alur cerita Ikatan Cinta yang dibumbui dengan aturan hukum.
"PPKM memberi kesempatan kepada saya menonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," cuit Mahfud MD.
"Pembunuh Roy adalah Elsa. Sarah, ibu Elsa, mengaku sebagai pembunuhnya dan meminta dihukum demi melindungi Elsa. Dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas," katanya melanjutkan.
Berita Terkait
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
Mahfud MD Bongkar Skenario Kasus Febrie Adriansyah, Sebut Pengalihan Penyidikan Kacaukan Hukum
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor