Suara.com - Setelah hampir 10 tahun menghilang, penyayi Widi Asmoro kembali merilis karya terbaru berjudul "Runner's Dilemma". Di lagu terbaru ini, Widi berbagi cerita mengenai gangguan mental yang ia alami sendiri.
"Ini adalah isu yang terdekat dengan saya. Tidak banyak orang yang siap menerima kalau punya masalah kesehatan mental. Saya termasuk salah satunya," kata Widi Asmoro, dalam rilis yang diterima Suara.com.
Dalam lagu ini, Widi Asmoro mengungkap kehidupannya yang monoton dengan rutinitas "9 to 5". Widi pun merasa seolah terjebak di antara pilihan terus bertahan atau menyudahinya.
"Rasanya waktu bergerak sangat cepat, belum beres kerjaan pagi, tiba-tiba sudah siang dan tanpa terasa sudah sore. Perasaan baru kemaren Senin, sekarang sudah Minggu dan bersiap menjelang Senin lagi. Dan dengan adanya pandemi ini, rasanya kerja seperti tanpa hent," ujar Widi Asmoro.
"Tantangan pekerjaan pun silih berganti seakan tak ada habisnya. Pembatasan ruang gerak akibat lockdown membuat hubungan sosial juga terganggu. Tidak ada lagi saat untuk keluar bersama teman-teman untuk berbagi cerita karena adanya keterbatasan sosial, percakapan virtual tidak memuaskan dan membuat saya kehilangan pegangan," kata Widi menyambung.
Widi Asmoro menyuguhkan musik pop dengan sentuhan musik klasik new-age di lagu "Runner's Dilemma". Widi pun mempercayakan Fifan Christa (Atlesta) dan timnya di kota Malang untuk sektor produksi musik dan orkestrasi. Sesi vokal dikerjakan di Singapura bersama Ong Jean Wei sebagai pengarah suara dan David 'DSML' Siow untuk penata rekam, sebelum akhirnya menjalani tahap mixing-mastering di SCIFI Studio, Malaysia.
Lagu ini juga melibatkan Yudhi Arfani yang merupakan gitaris Widi Asmoro dalam kwintet indie pop-nya, Everybody Loves Irene. Menjadikan lagu ini sebagai lagu yang dikerjakan di tiga negara; Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Widi Asmoro menghilang dari dunia musik lantaran pindah ke Singapura. Sebelumnya Widi telah merilis tiga buah lagu solo. Lagu terbaru Widi, "Runner's Dilemma" sudah dirilis melalui platform digital music streaming seperti Apple Music, Deezer, Spotify dan YouTube.
Baca Juga: Rizky Febian Berharap Bisa Menyuguhkan Musik Tradisional dalam Karyanya
Berita Terkait
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Membedah Lirik "Pura-Pura Hidup Lagi" Aruma: Validasi untuk Kamu yang Sedang Lelah Berjuang
-
Mengintip Inovasi Teknologi Audio yang Bikin Pengalaman Nonton Konser Naik Kelas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung