Suara.com - Andika Kangen Band menceritakan sejarah terbentuknya gaya rambut ala anak emo yang menutupi wajahnya di masa awal perjalanan kariernya.
Dikutip dari akun Instagram lambegosiip, Jumat (22/4/2022), Andika mengaku menampilkan potongan rambut itu bukan untuk bergaya.
"Aku tuh nyanyi nggak pede," katanya.
Andika Mahesa lantas menceritakan bagaimana dirinya sudah lebih dulu dicibir sebelum tampil bersama Kangen Band karena faktor wajah.
"Dari awal orang sudah ngomongin gue, jadi gue nggak pede duluan. Wah, lu tuh nggak meyakinkan, mukanya jelek, jadi gue mikirnya gue males gitu buat nampilin muka gue," ujar sang vokalis.
Tak mau terus-terusan dicibir, Andika Mahesa akhirnya memilih memanjangkan rambut seperti gaya anak emo agar tak perlu menunjukkan wajah ke publik.
"Makanya gue maksain untuk rambut nutup muka gue. Emo-emo nggak jelas gitu kan. Kalau kata orang, dulu gue tuh emo Indonesia, padahal bukan, orang gila sebenarnya," kata dia seraya tertawa.
Andika Mahesa lantas mengenang bagaimana gaya rambut yang saat itu benar-benar menutupi setengah wajahnya saat manggung.
"Gue tutupin muka gue segini lah, sampai hidung. Jadi cuma kelihatan bibir saja kalau nyanyi. Kan gue kurang percaya diri," kisah lelaki 38 tahun.
Cerita Andika Mahesa yang minder dengan masa lalunya mendapat tanggapan berbeda dari warganet. Mereka kompak memuji kualitas vokal Andika yang dirasa masih bisa bersaing dengan penyanyi lain di belantika musik Tanah Air.
"Terlepas apa pun perkataan orang lain, karya-karya Kangen Band memang patut diacungi jempol," ucap pemilik akun @rohimatnugi.
Ada pula yang menganggap penampilan Andika Mahesa di masa lalu malah jadi pembeda dari penyanyi-penyanyi lain.
"Nggak apa-apa sih, itu malah jadi ciri khas dia," tutur pemilik akun @rikaseptiana.
Berita Terkait
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Kisah Kangen Band Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Mencari Yolanda
-
Dijebak Kru yang Ternyata Intel BNN, Detik-Detik Andika Kangen Band Ditangkap
-
Andika Pakai Kaus 'We Should All Be Feminists', Jejak Digital Penculikan dan KDRT Dikuliti
-
Arti We Should All Be Feminists, Pesan di Kaus Andika Kangen Band yang Gemparkan Synchronize Fest
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu