Suara.com - Wanda Hamidah dipaksa pergi dari kediamannya di Jalan Citandui Nomor 2, Cikini, Jakarta Pusat, setelah dikuasai sekelompk orang berseragam Pemuda Pancasila.
Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga memasang pagar seng serta papan sita eksekusi secara paksa. Dalam papan tersebut tertulis bahwa tanah seluas 534 meter persegi itu milik Japto S. Soerjosoemarno.
Japto S. Soerjosoemarno merupakan ketua organisasi Pemuda Pancasila.
Seperti yang terlihat dalam laporan pandangan mata tim Suara.com pada Senin (21/11/2022). Terlihat Wanda Hamidah dipaksa pergi dari kawasan rumahnya oleh kelompok tersebut.
Bahkan, kelompok tersebut sampai meneriaki Wanda Hamidah.
Sementara Wanda Hamidah terlihat tenang sambil merekam seluruh tindakan yang dilakukan kelompok Pemuda Pancasila tersebut.
"Sudah, pulang, pulang! Pulang sudah, kita suruh pulang, pulang!" teriak salah satu anggota Pemuda Pancasila.
Mereka juga sampai menyinggung status publik figur yang dimiliki Wanda Hamidah. Menurut mereka, artis yang sekaligus politikus ini memanfaatkannya untuk menjadi provokator.
Sambil masih bersikap tenang, Wanda Hamidah dan rombongannya berjalan pergi menjauhi kediamannya.
Baca Juga: Polisi Diam Saja Lihat Rumahnya Digusur, Wanda Hamidah Ngadu ke Komnas HAM
Ini bukan pertama kalinya rumah Wanda Hamidah digeruduk massa. Pada Oktober 2022 lalu, rumahnya sempat didatangi sampai sejumlah warga mengambil paksa properti yang ada di halaman rumahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus IUP Tambang Kukar: KPK Cecar Rita Widyasari, Ketum PP Japto Soerjosoemarno Mendadak Sakit
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Orasi Lantang Wanda Hamidah di Kedubes AS, Tuding Indonesia Turut Mentoleransi Genosida Palestina
-
KPK Endus Aliran Uang Berjenjang ke Pemuda Pancasila di Kasus Tambang Rita Widyasari
-
KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka