- Wanda Hamidah mengkritik pemerintah Indonesia saat aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar AS, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
- Kritik tersebut menanggapi pencegatan kapal oleh militer Israel di Laut Mediterania yang menculik sembilan warga negara Indonesia.
- Wanda mendesak masyarakat terus mengirim bantuan armada kapal dalam jumlah lebih banyak sebagai bentuk perlawanan terhadap genosida.
Suara.com - Kabar gembira kepulangan sembilan warga negara Indonesia dari penahanan Israel justru berujung kritik pedas terhadap pemerintah sendiri.
Aktivis dan mantan anggota DPRD DKI Jakarta Wanda Hamidah melontarkan tudingan keras kepada pemerintah Indonesia di hadapan ratusan massa aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Wanda menyebut pemerintah Indonesia sebagai salah satu pihak yang membiarkan genosida terus berlangsung di Gaza.
“Siapa yang mentoleransi genosida? Negara-negara, termasuk pemerintah-pemerintah dunia, termasuk pemerintah Indonesia,” kata Wanda lantang di hadapan massa.
Tudingan itu ia sampaikan dalam konteks peringatan 78 tahun Nakba, sekaligus merespons insiden pencegatan paksa kapal-kapal flotilla oleh militer Israel di perairan internasional Laut Mediterania pada 18 Mei 2026 lalu.
Wanda menilai, aksi pencegatan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum laut internasional yang semestinya direspons tegas oleh seluruh negara, termasuk Indonesia.
“Sembilan WNI diculik dari perairan internasional. Kita tahu Zionis Israel tidak lagi mempunyai hati, tidak lagi mempunyai etika, tidak lagi mempunyai moral, tidak lagi menganggap hukum internasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan massa bahwa pelanggaran serupa telah berulang kali dilakukan tanpa ada tindakan nyata dari komunitas internasional, maupun pemerintah-pemerintah yang mengaku menjunjung hukum.
“Sudah ribuan kali dan jutaan kali Zionis menginjak-injak hukum internasional. Dunia diam saja,” tegasnya.
Baca Juga: Aksi di Depan Kedubes AS Gaungkan Dukungan untuk Aktivis Global Sumud Flotilla
Kepulangan 9 WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan itu justru ia jadikan bahan bakar untuk memompa semangat massa, bukan sekadar alasan bersyukur.
“Kedatangan sembilan WNI Indonesia harus lebih menyemangati kita bahwa kita akan datang kembali ke Palestina dengan armada kapal yang lebih banyak, dengan konvoi yang lebih banyak, dan dengan juta umat manusia Indonesia yang lebih banyak lagi,” seru Wanda disambut takbir massa.
Aksi bela Palestina yang digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat sendiri merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Aqsa Working Group.
Berita Terkait
-
Aksi di Depan Kedubes AS Gaungkan Dukungan untuk Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Aksi Seni untuk Palestina Warnai Peringatan 78 Tahun Nakba di Bandung
-
Aksi Jumat untuk Palestina di depan Kedubes AS
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami