"Ketika asistennya minta tolong bantu angkut, sapinya kan berat. Saya bukan orang yang ahli di bidang itu, ya saya menolak," kata Malkan.
"Datang lagi beliau, 'pak, nanti saya kasih uang rokok'. Saya bilang, mas jangan kata uang rokok, seratus ribu dia ratus ribu, satu juta dua juta, saya nggak mau. Jangankan satu juta, seratus juta saya nggak mau," imbuhnya.
Tapi kemudian, yang sampai di telinga Dewi Perssik bahwa pak RT meminta Rp 100 juta.
"Tadi klarifikasi sopirnya, benar pak RT ngomong begitu. Saat asisten yang berpikiran saya minta Rp 100 juta, bilangnya saya samar-samar, berarti tinggal kalian yang menilainya," kata Malkan.
4. Ada Miskomunikasi Soal Menitipkan dan Berkurban
Selesai soal uang Rp 100 juta, kini beralih soal miskomunikasi lainnya mengenai menitipkan dan berkurban.
Jika Dewi Perssik di awal mengatakan hanya menitipkan, maka pak RT mendengar dengan versi yang berbeda. Dari informasi dari ustaz yang biasa dimintai tolong Dewi Perssik, ia mengatakan sapi Limosin tersebut akan dikurbankan.
"Dia bilang menitipkan, tapi ustaz bilang Dewi Perssik akan melaksanakan pemotongan hewan kurban di masjid," kata Malkan.
Tapi kemudian Malkan heran kenapa sapi tersebut justru diangkut lagi dan dibawa ke tempat pemotongan hewan.
Baca Juga: Warganet Serang Balik Dewi Perssik Soal Perseteruan Sapi Kurban: Lebih Percaya Pak RT
5. Soal Ancaman Mau Melepas Sapi Dewi Perssik
Masalah lainnya adalah pernyataan Dewi Perssik yang bilang bahwa pak RT akan melepas sapi tersebut.
Dalam hal ini, Malkan selaku ketua RT menjelaskan, "Dia tanya, kalau sampai malam gimana? Oh saya lepas. Karena beban saya dong, sapi segitu besar dan kalau diambil orang gimana?"
"Kasihan anak-anak harus jaga sapi, apalagi yang belum jelas itu, apalagi ya cuma titip yang nggak ada ongkosnya. Ya mohon maaf, ini bicara komersial," imbuhnya.
6. Dewi Perssik Sayangkan Sikap Pak RT
Dewi Perssik menyayangkan sikap pak RT yang menolak jika sapi tersebut dititipkan di masjid.
"Aku mau tanya sama kalian yang punya rasa empati, hati dikit aja. Saya lagi kerja, di rumah gak ada orang dan semua cuma perempuan. Itu sapi satu ton setengah," kata Dewi Perssik.
"Katanya perlu pakan dan parkiran katanya gitu kan. Cuma beberapa jam ya Allah, apa saya gak bisa ditolong," imbuhnya.
7. Mediasi Tak Berujung Solusi
Sayang, mediasi tidak menghasilkan solusi. Sebab Dewi Perssik sudah terpancing emosi dan malah marah-marah. Dewi Perssik mengatakan, amarahnya muncul saat Pak RT dianggap membentaknya dan setelah itu malah tertawa.
"Habis marah-marah dan bentak-bentak, dia ketawa-ketawa. Mungkin ada satu saat di mana wartawan di situ jadi saksi pas videoin kami. Pantas gak pak RT seperti itu? Saya kecewa dengan sikap Pak RT yang seperti itu," ucap Dewi Perssik.
Berita Terkait
-
Warganet Serang Balik Dewi Perssik Soal Perseteruan Sapi Kurban: Lebih Percaya Pak RT
-
5 Kronologi Perseteruan Dewi Perssik vs Pak RT, Berawal dari Drama Sapi Kurban
-
Mengaku Tak Pernah Tolak Kurban Dewi Perssik, Begini Penjelasan versi Ketua RT
-
Bukan Dipalak, ART Dewi Perssik Jelaskan Soal Uang Rp100 Juta: Salah Penyampaian
-
Menangis Usai Mediasi, Dewi Perssik Tegaskan Masalah Sapi Kurban dengan Ketua RT Belum Selesai
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam