Suara.com - Rumah kediaman Panji Petualang saat masih kecil, belakangan jadi sorotan. Pasalnya rumah tersebut dibiarkan terbengkalai.
Sebelum menjadi terkenal Panji Petualang menghabiskan waktu di rumah yang sangat sederhana.
Penampakan rumah dulu dan sekarang nampak terlihat sangat jauh berbeda. Di rumah dulu atapnya menggunakan genteng. Atapnya yang jadi sorotan karena menggunakan bilik bambu.
Penasaran seperti apa rumah Panji Petualang saat masih kecil? Berikut ulasannya.
1. Rumah Masa kecil Panji Petualang
Rumah beratap genteng yang sudah mulai rusak di beberapa bagian ini adalah tempat masa kecil Panji Petualang tumbuh. Rumah inilah yang menjadi tempat Panji menghabiskan masa kecilnya sebelum menjadi presenter ternama. Di sana pula Panji mulai belajar mengenal reptil.
2. Terbengkalai
Saat ini rumah masa kecil Panji Petualang sudah lama dibiarkan kosong dan terbengkalai. Lantaran lama ditinggalkan begitu saja, bangunan rumah semi permanen itu sudah mulai rusak dan hampir roboh.
3. Tidak Terawat
Baca Juga: Panji Petualang Sakit Diabetes, Dedi Mulyadi Tawarkan Pengobatan Alternatif: Cuma Diusap
Rumah Panji Petualang berada di daerah Cijunti, Purwakarta, Jawa Barat tampak sudah tidak terawat dengan halaman penuh daun kering dan rumput. Bangunan rumahnya terlihat miring dan tidak kokoh sehingga terkesan bisa roboh kapan saja.
4. Dinding Rumahnya dari Triplek dan Anyaman Bambu
Jika diamati, dinding rumah tempat Panji Petualang tumbuh besar itu terbuat dari triplek dan anyaman bambu. Kaca jendelanya banyak yang pecah begitu pula dengan dindingnya mulai mengelupas.
5. Ada Aliran Listrik
Dilihat dari dekat, inilah anyaman bambu yang menjadi dinding rumah Panji Petualang. Meski semi permanen, tapi rumah lama Panji ini sudah memiliki aliran listrik. Kendati sekarang aliran listriknya mungkin sudah padam karena lama tidak ditinggali.
6. Lapuk
Berita Terkait
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
5 Tips Mengatur Posisi Jendela Rumah Menurut Feng Shui untuk Mendatangkan Energi Positif
-
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Tenor hingga 40 Tahun Siap Dijalankan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie
-
Bintangi Film Tanah Sengketa, The Virgin Berani Tampil Beda
-
Follow Me (No Escape): Ketika Konten Viral Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV