Suara.com - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap finalis Miss Universe Indonesia 2023 memasuki babak baru. Polisi belum lama ini telah menetapkan satu orang berinisial ASD alis S sebagai tersangka.
Hal tersebut diungkap oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.
Polisi menetapkan S sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap 28 orang terdiri dari 8 korban, 14 saksi, 3 terlapor, hingga 4 orang ahli.
Nah bagaimana insial S ini bisa dijadikan tersangka? Berikut ulasannya.
1. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menetapkan satu tersangka dari kasus modus body checking terhadap finalis Miss Universe Indonesia pada 4 Oktober kemarin. Tersangka berinisial S diketahui sebagai Chief Operating Office (COO) Miss Universe Indonesia 2023.
2. Diduga inisial S melakukan perintah kepada para finalis untuk membuka baju hingga membentak para peserta saat dilakukan body checking.
3. Selain melakukan fisik dan non fisik, S juga merekam para finalis dan kondisi tanpa busana. Polisi telah memperoleh alat bukti yang membenarkan perbuatan serta peranan COO Miss Universe benar adanya.
4. Tersangka berinisial S itu dikenakan pasal 5, 6, 14, dan 15 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
5. Sampai saat ini tersangka belum ditahan. Kabarnya pihak kepolisian bakal melakukan pemeriksaan terhadap S dalam waktu dekat ini.
Demikian beberapa fakta COO Miss Universe inisial S yang belum lama ini ditetapkan sebagai tersangka.