4. Penipuan calo dengan sistem COD
Selain penipuan yang dilakukan oleh Ghisca, banyak juga penggemar Coldplay yang ikut ditipu dengan iming-iming pembayaran penuh atau penukaran tiket akan dilakukan dengan sistem COD.
Kebanyakan korban penipuan berasal dari luar Pulau Jawa, di mana mereka rela mencari tiket melalui calo agar bisa menonton Coldplay.
Sayangnya, tak sedikit calon penonton yang tertipu karena sang calo membawa kabur uang mereka. Penipu menggunakan modus akan bertemu langsung dengan pembeli di venue, meski kenyataannya hal tersebut tidak terjadi.
Akibatnya, para penggemar yang tidak mendapatkan tiket memilih untuk menonton Coldplay dari luar venue.
5. Penonton tanpa tiket jebol pagar pembatas
Kekacauan lainnya terjadi ketika ratusan penonton berusaha menjebol pagar pembatas di salah satu pintu di GBK. Video saat ratusan penonton berusaha masuk ke venue tersebut diunggah oleh akun X atau Twitter @/ZeGrave.
Dalam video tersebut, tampak ratusan penonton berlarian mencoba masuk ke venue dan berusaha menjebol pagar pembatas. Situasi para penonton tiket yang berusaha menyusup itu pun sempat membuat petugas keamanan kewalahan.
"Gatenya jebol, gatenya jebol. Ada penyusup," tulis seorang warganet.
Baca Juga: Auto Baper! Perempuan ini Dilamar Kekasih di Tengah Konser Coldplay
6. Banyak penonton masuk tanpa tiket
Kacaunya sistem ticketing dan minimnya antisipasi petugas keamanan membuat banyak penonton bisa masuk konser Coldplay tanpa tiket.
Beberapa warganet mengaku ketika konser sudah dimulai, para petugas penjaga pintu sudah banyak yang meninggalkan tempat sehingga pengamanan menjadi longgar. Hal ini membuat para penonton bisa leluasa masuk ke venue tanpa tiket.
Tak sampai di situ, beberapa dari mereka juga hanya menunjukkan tiket tanpa melakukan scan, sehingga kemungkinan banyak penonton yang menggunakan tiket palsu. Situasi ini yang membuat penonton dengan tiket asli menjadi tidak bisa masuk ke konser Coldplay.
"Yang penting ada tiket langsung disuruh masuk gak perlu scan katanya," tulis akun @galaxystfar.
"Kita punya 3 tiket tapi yang lolos bisa masuk 7 orang," tulis akun lainnya.
7. Punya kenalan orang dalam bisa masuk venue
Kisruhnya konser Coldplay tak lepas dari aksi protes para penonton yang tidak bisa masuk venue. Banyak penonton tak bisa masuk karena pada waktu tersebut diklaim panitia penyelenggara bahwa gate sudah ditutup.
Peraturan ini sebelumnya tidak diinformasikan kepada para penonton. Alhasil banyak yang mengira tidak ada jam close gate.
Tak hanya itu, beberapa warganet mengaku banyak oknum yang menggunakan kenalan atau orang dalam untuk bisa masuk ke dalam venue. Sosok orang dalam itu didugamerupakan bagian dari promotor PK Entertainment.
"Gue di festival sempet ke double scan terus pakai ada close gate tapi orang dalam PK (Promotor) bisa masukin orang," tulis akun X @/cansdos.
8. Penonton dilarang masuk karena wristband habis
Para penonton pemilik tiket asli juga banyak yang protes karena dilarang masuk ke konser Coldplay oleh panitia. Alasannya karena para penonton itu tidak menggunakan wristband yang menjadi syarat untuk bisa masuk ke venue.
Padahal hal itu disebabkan oleh pihak panitia ticketing yang mengumumkan bahwa wristband sudah habis. Hal ini sontak langsung memicu kemarahan para penonton Coldplay yang menilai kesiapan wristband adalah tanggungjawab pihak panitia.
9. Gate tiket ultimate Rp 11 juta jebol
Kerusuhan tak hanya terjadi di pintu masuk festival. Para penonton di CAT 1 yang kebanyakan membeli tiket Ultimate seharga Rp 11 juta juga memprotes saat adanya penonton yang menjebol pagar untuk masuk ke daerah CAT 1 tersebut.
Ratusan penonton pun berlarian menuju gate CAT 1 untuk mencoba masuk tanpa tiket. Video jebolnya gate tiket Ultimate ini pun terekam kamera salah satu akun Twitter @/gitanisme.
"Sumpah sumpah lari semua, takut. Gate ultimate jebol guys," ucap pemilik akun @/gitanisme di video tersebut.
10. Antri minum berjam-jam
Konsep ramah lingkungan yang diusung oleh Coldplay membuat banyak penonton memilih membawa botol minum sendiri. Ini juga sesuai dengan imbauan yang disebar oleh pihak promotor PK Entertainment di media sosial.
Pasalnya, pihak promotor juga sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan air minum untuk menyiapkan stasiun pengisian air minum isi ulang di beberapa titik di GBK.
Sayangnya terjadi ketidaksiapan dalam memenuhi kebutuhan air minum para penonton. Situasi ini membuat para penonton harus antre berjam-jam hanya demi mendapatkan air mineral secara gratis.
Tak hanya itu, kebanyakan galon air minum isi ulang juga tidak dilengkapi dengan sistem pompa. Para penonton lagi-lagi dirugikan karena harus menuang sendiri air minum dari galon tersebut ke botol minum yang sudah mereka bawa.
11. Drama driver ojol vs sekuriti GBK
Di luar lokasi stadion, kekacauan lainnya juga terjadi ketika para driver ojek online bertikai dengan pihak keamanan atau sekuriti GBK. Hal ini berawal ketika para driver ojol sudah memenuhi pinggir jalan GBK sejak sore hari.
Para driver ojol itu rela menunggu sejak seore dengan harapan bisa mendapatkan penumpang pasca konser selesai digelar. Namun situasi itu rupanya membuat sekuriti kewalahan mengatur lalu lintas di sekitar GBK akibat parkir liar para driver ojol.
Dari situlah kemudian timbul gesekan antara driver ojol dengan sekuriti GBK.
12. Pengguna kursi roda tak dapat tempat
Konsep ramah penonton disabilitas juga menjadi tanda tanya besar bagi penonton yang menggunakan kursi roda. Pihak promotor memang sudah membedakan antrian bagi para penonton yang menggunakan kursi roda.
Namun kenyataannya, para penonton dengan kursi roda banyak yang tidak mendapatkan tempat layak untuk menonton band asal Inggris tersebut.
Kebanyakan dari mereka bahkan ditempatkan di ujung tribun. Situasi ini membuat mereka kesulitan untuk bergerak dan tidak leluasa dalam menonton konser.
Banyaknya kekacauan selama konser berlangsung ini juga mendapatkan banyak reaksi dari warganet. Kebanyakan dari mereka menganggap kesiapan promotor kurang optimal sehingga membuat banyaknya kekacauan hingga kisruh yang kini belum juga terselesaikan.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Auto Baper! Perempuan ini Dilamar Kekasih di Tengah Konser Coldplay
-
Baliho Kaesang Bertebaran di Jakarta Kalahkan Ganjar, Jhon Sitorus: Boneka Kekuasaan
-
Lokasi Chris Martin Jalan Kaki Nyeker Muncul di Google Maps, Bentar Lagi Jadi Tempat Wisata?
-
Viral Penonton Coldplay Ricuh Terobos Antrean, Polisi: Tetap Gak Bisa Masuk, Cuma di Ringroad GBK
-
El Rumi Nonton Konser Coldplay di GBK Bareng Maia Estianty dan Dul Jaelani: Selalu Takjub
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover