Suara.com - Polda Jawa Barat merilis pernyataan terbaru soal DPO kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat pada 2016. Mereka menyebut adanya kesalahan informasi soal jumlah DPO yang sebelumnya disampaikan.
“DPO hanya ada satu,” ujar Dirkrimum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, Minggu (26/5/2024).
Kesalahan informasi disebabkan pernyataan lima terpidana kasus Vina yang berbeda-beda dalam pemeriksaan.
“Lima keterangan tersangka itu berbeda. Ada yang menerangkan tiga DPO, ada yang menerangkan lima, ada yang menerangkan satu,” jelas Surawan.
“Setelah kami lakukan penyidikan mendalam, ternyata dua nama yang disebutkan selama ini itu hanya asal sebut,” lanjutnya.
Pernyataan Surawan pun direspons Putri Maya Rumanti selaku perwakilan tim Hotman 911 yang merupakan pengacara keluarga Vina. Ia mengaku kaget karena sebelumnya tidak pernah ada pemberitahuan tentang hal itu.
“Saya juga baru mendengar tadi,” kata Putri Maya Rumanti.
Putri Maya Rumanti dan tim berencana meminta penjelasan lebih detail dari Surawan soal hilangnya dua nama dari DPO kasus Vina.
“Mungkin nanti kami akan bertanya ke Dirkrimum, apakah benar itu dari keterangan para terpidana, atau memang ada tapi dihilangkan,” jelas Putri Maya Rumanti.
Baca Juga: Gerak-gerik Pegi Alias Perong Saat Konferensi Pers Dicurigai Netizen: Mau Ngomong Dihalangi?
Dorongan mengusut kasus kematian Vina sendiri mulai digaungkan setelah penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari mendapat sorotan. Publik mendesak kepolisian untuk mengejar buronan pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina dan Eky.
Tingginya atensi masyarakat akhirnya membuat Polda Jawa Barat membuka lagi penyidikan terhadap kasus kematian Vina dan Eky. Penyidik menerbitkan DPO terhadap tiga buronan yakni Pegi atau Perong, Andi dan Dani pada Selasa (14/5/2024).
Namun, Polda Jawa Barat tidak menampilkan foto ketiga buronan yang dimaksud. Mereka hanya menyampaikan ciri fisik masing-masing dalam sebuah penjelasan singkat.
Sampai akhirnya, Pegi Setiawan atau Perong ditangkap di Bandung, Jawa Barat pada Selasa (21/5/2024). Pegi disebut sebagai otak pembunuhan Vina dan Eky.
Pagi tadi, Pegi Setiawan sudah dirilis sebagai tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky. Namun, ia membantah terlibat dalam kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Kata Pengacara Keluarga Vina Usai Pegi Setiawan Bantah Bunuh Putri Mereka
-
Punya Bukti Otentik, Polda Jabar Tegaskan Tidak Salah Tangkap DPO Kasus Vina
-
Polda Jabar Singgung Peran Pengacara Para Pelaku di Balik Lolosnya DPO Kasus Vina
-
Begini Tampang Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon yang Berhasil Ditangkap
-
Beda dengan Polda Jabar, Indigo Frislly Herlind Malah Yakin Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon 12 Orang
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor