Suara.com - Pamungkas mempercayakan lagu “Putus” sebagai single ketiga dari album Hardcore Romance. Single ini menjadi penanda penting dalam perjalanan Pamungkas sebagai penulis lagu. “Putus” menjadi bukti bahwa Pamungkas dapat menerjemahkan perasaan-perasaan kompleks menjadi sebuah musik yang eklektik.
“Membuat lagu dengan judul ‘Putus’ sebetulnya sebuah ide dan cita-cita yang sudah lama, karena belum pernah ada yang buat lagu judulnya ‘Putus.’ Jadi, sebagai songwriter ada sebuah challenge tersendiri untuk gue bisa bikin bagaimana kata ‘Putus’ menjadi wajar didengar. Gue orang yang suka sekali bahasa Indonesia. Arti dalam kata-kata bahasa Indonesia bisa punya banyak makna, dan itu yang yang gue suka banget tentang bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sangat puitis,” kata Pamungkas.
Meski berjudul “Putus”, lagu ini bukan tentang kandasnya sebuah hubungan. “Putus” adalah lagu yang menggambarkan bagaimana seseorang begitu memuja sosok yang dikasihinya, sosok yang tak tergantikan, yang membuat segala selain sosok yang diinginkan tak lagi berarti. Lagu ini juga memperdengarkan eksplorasi Pamungkas pada diksi-diksi bahasa Indonesia, dengan pemilihan yang cukup berani.
“Lagu ini judulnya ‘Putus’ tetapi pas didengarkan ternyata bukan tentang putus sebuah hubungan. Sebetulnya ini lagu cinta, liriknya ‘Yang selain dirimu putus, yang selain cintamu, selain bibirmu, dan selain matamu, selain harum tubuhmu, putus.’ Walaupun di bagian akhir gue bilang semua tak lagi sama,” kata Pamungkas.
“Putus” menjadi satu-satunya lagu dalam Hardcore Romance yang drum-nya diisi oleh Raden Rohan, drummer sekaligus kakak kandung Pamungkas. Pamungkas benar-benar menjadikan album kelima ini personal, merekam seluruh instrumen sendirian.
Menjadikan Hardcore Romance taman bermain yang memberinya kebebasan dalam eksplorasi dan berekspresi. Dalam proses penulisan “Putus”, Pamungkas banyak berdiskusi dengan Harry Budiman, salah satu penulis lagu legendaris yang berada di balik karya-karya besar industri pop Indonesia.
“Gue bilang ke Mas Harry kalau gue ada lagu (‘Putus’), tetapi gue ragu dengan reff-nya. Mas Harry yang mengajarkan gue bikin lagu, mengajarkan gue musik, jadi produser. Dari kecil I look up to him. Mungkin bisa disebut musical guru. Beliau bilang, ini reff-nya bisa lebih begini, terus bilang bagian-bagian lain bisa begini. Terus untuk pergantian kord, dia memberi saran ada penambahan bagian ujung. And it became what it became. Ini salah satu lagu yang gue tulis bersama Mas Harry Budiman,” kata Pamungkas.
Seperti karya-karya Pamungkas lain, “Putus” juga lahir dari refleksi mendalam. Dikemas sebagai lagu cinta yang relevan dengan banyak orang, sejatinya lagu ini tercipta dari kegusaran Pamungkas dalam memulai hubungan.
“Sebenarnya ini lahir dari sebuah kekhawatiran. Kekhawatiran bahwa gue tidak dilihat sebagai manusia biasa, sisi manusianya jauh lebih kecil dilihatnya daripada sisi komersilnya. Mungkin itu sebuah kekhawatiran, makanya gue selalu bertanya, apakah gue dilihat sebagai manusia? apakah gue didengarkan sebagai manusia? Lagu ini bentuk kekhawatiran seorang Pamungkas yang bertanya apakah gue juga dilihat sebagai manusia, atau hanya ‘jubahnya’ (sisi luar) saja,” tutup Pamungkas.
Baca Juga: 3 Pemain Timnas Indonesia U-20 yang Diprediksi Jadi Andalan di Turnamen Korea Selatan
Berita Terkait
-
'Four Flights to Fibs', Anak Tangga Littlefingers Menuju Puncak
-
Clara Riva Comeback dengan Single Terbaru, 'Coba Waras'
-
Kolaborasi Jack Andie dan Anov Blues One Hadirkan Single Tukobel
-
Megawati Diserang Gaib? Kisah Mistis di KLB PDI 1993 yang Bikin Merinding
-
3 Pemain yang Mampu Tampil Baik meski Timnas Indonesia Kalah dari Thailand U-20
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026
-
Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang
-
61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
-
Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
-
Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat
-
Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM